“Intinya, para distributor besar tidak berani beli karena takut harga turun. Semua pabrik minyak sawit dapat subsidi harga jualnya sama pemerintah secara tiba tiba. Dengan begitu maka barang yang sudah dibeli harus mengikuti harga subsidi,” kata Abah Yayan.
Sementara itu, Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar, Edi Herdianto, didampingi Fungsional Muda Analisis Kebijakan, Budiana Hamzah mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak distributor.
Edi mengatakan, kelangkaan tersebut terjadi karena belum ada pendistribusian barang atau stok baru. Sedangkan untuk stok yang lama sudah ada penarikan.
Selain itu, kemungkinan juga belum ada penggantian subsidi dari pemerintah pusat sehingga distribusi menjadi terhambat.
“Jadi barang yang lama itu ditarik, sementara barang yang baru belum dilakukan distribusi. Kemungkinan juga belum ada penggantian subsidi dari pusat. Kalau pembayaran sudah mungkin distribusi juga lancar,” terang Edi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- 7 Bedak Anti Luntur Kena Keringat saat Cuaca Panas, Makeup Tetap On Seharian
- Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 4 HP Tahan Air yang Bisa Digunakan saat Berenang, Anti Rusak dan Anti Rewel
Pilihan
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
-
Berkas 4 Oknum BAIS TNI Tersangka Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus Dilimpahkan ke Otmil
-
Resmi! Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Skandal Tangani Laporan di JAKI Pakai Foto AI
-
Efek Konflik Global: Plastik Langka, Pedagang Siomay hingga Penjual Jus Tercekik Biaya Produksi
-
Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel
Terkini
-
Hanya 18 Jemaah Asal Kota Sukabumi yang Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini, Ada Apa?
-
Pesta Nikah Berujung Duka: Ayah di Purwakarta Tewas Dikeroyok Preman, Bupati Perketat Izin Hajatan
-
Buntut Suap Ade Kunang, Giliran Istri Ono Surono Digali Keterangannya oleh KPK
-
Hanya Karena Uang Rp500 Ribu, Preman Mabuk Habisi Nyawa Penyelenggara Hajatan di Purwakarta
-
Warga Bogor-Depok dan Bandung Raya Siap-Siap, Teknologi PSEL Bakal Lenyapkan Tumpukan Sampah