SuaraJabar.id - Jawa Barat diklaim telah melewati puncak penyebaran COVID-19 varian Omicron. Bahkan saat ini, kasus COVID-19 di Jawa Barat juga diklaim sudah mengalami penurunan.
Klaim tersebut diungkapkan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada Selasa (22/2/2022). Menurnya, puncak penyebaran Omicron di Jabar terjadi pada empat hari lalu.
"Omicron betul masih tinggi di Jawa Barat, tapi trennya lagi turun. Puncaknya empat hari lalu, sekarang setiap hari menurun," kata Ridwan Kamil.
Dari penelusuran di laman Pikobar, kasus COVID-19 di Jawa Barat memang mengalami penurunan pada empat hari ke belakang.
Pada Senin (21/2/2022) pukul 17.00 WIB, kasus Covid-19 di Jabar terjadi penambahan sebanyak 8.105 kasus. Angka ini turun jika dibandingkan dengan tiga hari sebelumnya.
Pada Minggu (20/2/2022) saja, Covid-19 tercatat sebanyak 10.410 kasus. Kemudian, pada Sabtu (19/2/2022), terdapat 12.601 kasus. Dan, pada Jumat (18/2/2022) sebanyak 13.780 kasus.
Namun, per 22 Februari 2022 pukul 17.00 WIB, kasus Covid-19 di Jabar kembali meningkat dengan 13.658 kasus.
Adanya peningkatan kasus itu, Satgas Covid-19 Jabar mencatat beberapa wilayah yang masih dengan kasus tertinggi.
"Daerah yang penambahan kasusnya tertinggi masih tetap di kawasan Bodebek (Bogor-Depok-Bekasi) dan Kota Bandung," kata Ketua Harian Satgas Covid-19 Jabar, Dewi Sartika dalam siaran persnya.
Baca Juga: Update Kasus Dugaan Suap Mantan Wali Kota Banjar: KPK Panggil Anggota Dewan hingga Petinggi Partai
Berdasarkan laman covid19.bandung.go.id per 23 Februari 2022 pukul 01.00 WIB, terdapat penambahan kasus aktif sebanyak 642. Dengan begitu, jumlah kasus konfirmasi aktif di Kota Bandung mencapai 10.439.
Pernyataan Dewi Sartika selaras dengan data bahwa Bodobek merupakan kawasan dengan kasus Covid-19 tertinggi di Jabar.
Merujuk pada https://ccc-19.depok.go.id/, per Selasa, 22 Februari 2022 18:52 WIB, jumlah kasus terkonfirmasi aktif sebanyak 40.408. Dan Kota Bekasi menurut https://corona.bekasikota.go.id/, terdapat 47.874 kasus terkonfirmasi aktif.
Sedangkan Kabupaten Bogor berdasarkan https://covid-19.bogorkab.go.id/, terdapat 19.675 kasus terkonfirmasi aktif.
Lebih jauh Ridwan Kamil menuturkan, Pemerintah Daerah di Jabar mesti terus melakukan tes (testing), telusur (tracking), dan tindak lanjut (treatment), supaya Covid-19 varian Omicron bisa teratasi.
"Apapun namanya (varian virus Covid-19) solusinya itu saja berbaginya. Rakyat patuhi prokes negara mencari, merawat, men-treatment," kata Kang Emil.
Tag
Berita Terkait
-
Bojan Hodak Bubarkan Skuad Persib usai Ditahan Imbang Borneo FC
-
Berapa Tarif Tol Jakarta Bandung? Siap-Siap Dapat Diskon Hingga 30 Persen
-
Selebrasi Usai Bobol Borneo FC, Adam Alis Klarifikasi
-
Nyawa Pelajar Melayang Usai Bentrokan di Bandung, Menteri PPPA Soroti Keamanan Anak
-
Bojan Hodak Ungkap Kunci Persib Bandung Matikan Mariano Peralta dan Juan Villa
Terpopuler
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 5 Mobil Murah 3 Baris Under 1500cc tapi Jagoan Tanjakan: Irit Bensin dan Pajak Ramah Rakyat Jelata
- Danantara Indonesia dan PLN Salurkan 5.000 Paket Perlengkapan Sekolah ke Tiga Provinsi di Indonesia
- 5 Kejanggalan Video Benjamin Netanyahu Terbaru, PM Israel Beneran Tewas?
- Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti
Pilihan
-
Timur Tengah Memanas, RI Resmi Setop Seluruh Penerbangan Internasional!
-
Israel Klaim Tewaskan Ali Larijani, Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
Terkini
-
"Uangnya Ada, Tapi Takut Dipenjara": Ironi Dedi Mulyadi Tahan Puluhan Miliar THR PPPK Jabar
-
Lebaran Berubah Bencana: Ratusan Buruh Sukabumi Menangis Di-PHK Lewat Pesan WA Saat Libur
-
Tinggalkan Kendaraan Anda di Sini! Polres Sumedang Buka Penitipan Gratis Selama Mudik 2026
-
Akhir Pilu Tragedi Angkot Maut di Gandasoli: Suami Pulang, Sang Istri Hembuskan Napas Terakhir
-
Petaka Bakda Magrib di Waluran: Nenek Imas Tewas Diseruduk Supra "Bodong" Saat Menyeberang