SuaraJabar.id - Sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Garut, Jawa Barat terkonfirmasi positif COVID-19.
Kondisi itu membuat para pejabat di lingkungan Pemkab Garut menjalani isolasi untuk mendapatkan perawatan medis ang mengharuskan penderita tidak boleh beraktivitas sampai dinyatakan sembuh.
"Ya memang ada beberapa kepala SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah)," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Leli Yuliani di Garut, Kamis (3/3/2022) dikutip dari Antara.
Ia mengatakan sejumlah kepala OPD yang terpapar COVID-19 yakni Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Bappeda. Mereka diperiksa kesehatannya karena menunjukkan indikasi gejala COVID-19.
Meski belum ada hasilnya, kata dia, yang bersangkutan tetap harus menjalani isolasi untuk mendapatkan perawatan medis sampai dipastikan bebas dari COVID-19.
"Tentunya dilakukan isolasi dan perawatan sesuai dengan prosedur," katanya.
Ia mengungkapkan selain kalangan kepala OPD ada juga tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 dan harus menjalani isolasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Sejak awal 2022, kata Leli, sudah ada 100 tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19 dan saat ini kasus yang masih menjalani isolasi 20 orang.
"Mereka terpaparnya dari luar, karena kalau nakes itu gampang terdeteksi karena rutin cek," kata dia.
Baca Juga: Kim Tae Ri Positif Covid-19, Syuting Drakor Twenty Five, Twenty One Ditunda
Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Garut mencatat kasus aktif pasien COVID-19 sebanyak 1.589 kasus isolasi mandiri dan 170 kasus isolasi di rumah sakit.
Secara keseluruhan selama pandemi 28.609 kasus dengan angka kesembuhan 25.647 kasus dan 1.203 kasus meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Prabowo Singgung Pejabat TNI-Polri, Ada 1.000 Tambang Ilegal Masa Nggak Tahu?
-
Usulan Pejabat Makan MBG: Ujian Kesetaraan dan Nyali Pemerintah Terapkan Sila Kelima
-
10 Nakes Kena Sanksi Usai Bully Pasien BPJS di Threads, Karier Hancur Seketika
-
Ironi di Lapangan Upacara: Pejabat Duduk Nyaman, Peserta Berdiri Kepanasan
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Kemendagri Dorong Integrasi ASRI dan PSEL untuk Persampahan Nasional Berbasis Kota Cerdas
-
Ditjenpas Jabar Ajukan Amnesti untuk 1.454 Narapidana, 1.100 Masuk Program Pendidikan Kebangsaan
-
Merah Putih Terangi Malam, Semangat Kemerdekaan Hadir dari Batavia hingga Tokyo Riverside
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga