SuaraJabar.id - Sebuah video yang memperlihatkan upaya evakuasi pelajar SMA di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat yang terlindas dump truk dan terjebak di bawah ban truk tersebar ke jejaring media sosial dan menjadi viral.
Dari penelusuran, aksi evakuasi korban kecelakaan itu terjadi di jalan Ir H Juanda, Kota Tasikmalaya pada Jumat (5/3/2022). Korban diketahui merupakan pengendara sepeda motor asal Kawalu.
Tubuh korban sempat terjebak di kolong kendaraan dalam keadaan terluka, tampak kaki korban keluar dari sela sela ban dump truk.
Sejumlah warga yang panik berusaha mengevakuasi korban sambil mengajaknya komunikasi.
Korban lolos dari maut dan mengalami luka serta patah tulang kaki. Bahkan korban masih sempat menghubungi keluarganya sesaat setelah dievakuasi warga.
Seorang saksi mata Irpan mengatakan, korban awalnya mau menyalip truk dari sebelah kanan.
“Tapi di tengah jalan ada trafic cone, terus nabrak itu langsung jatuh dan masuk ke kolong truk dan kelindes truk. Alhamdulillah selamat cuma kakinya patah yang tadi saya lihat cuma satu kaki yang patahnya. Masih pelajar kayaknya kalau dilihat dari seragamnya,” ungkapnya di lokasi, Sabtu (5/3/2022).
Menurut Irpan, saat dievakuasi dari kolong truk, pelajar Tasikmalaya tersebut masih sadar dan sempat menghubungi orang tuanya.
“Itu dalam kondisi terluka parah di kakinya, truknya juga kan bermuatan pasir,” jelasnya..
Baca Juga: Wirda Mansur Tak Pernah Selesai Kuliah, Ustaz Yusuf Mansur: Yang Penting Bukan Ijazah
Saat proses evakuasi, lanjut Irpan, suasana cukup menegangkan. Apalagi kondisi korban sudah ada di bawah ban truk.
“Pas mau dievakuasi juga susah soalnya harus pakai dongkrak. Sedangkan, dongkraknya cuma ada satu, nunggu ngambil dongkrak yang lain. Korban itu pakai motor, kalau motor yang dikendarainya enggak masuk ke bawah truk, malahan motornya tidak ada rusak,” kata Irpan.
Sementara itu, Kanit Lakalantas Polres Tasikmalaya Kota Ipda Zenzen membenarkan kejadian kecelakaan lalu lintas di Jalan Ir H Juanda tepatnya di depan Perum Baitul Jannah.
Kecelakaan tersebut melibatkan satu kendaraan roda dua yang menyalip dari sebelah kanan kemudian menabrak traffic cone yang berada di tengah jalan. Korban lalu terjatuh ke sebelah kiri sehingga terlindas truk.
“Kondisi korban mengalami patah tulang kaki dan sudah dalam perawatan rumah sakit, korban seorang pelajar kalau melihat dari seragamnya,” katanya.
Ipda Zenzen menuturkan korban masih berusia 15 tahun, ia juga mengaku belum mengetahui detail identitas korban. Namun, ia menegaskan pelajar Tasikmalaya tersebut selamat dari maut.
Berita Terkait
-
Mirip Ritual Satanic, Atraksi Pentagram dan Kostum Iblis di Pekalongan Dikecam MUI
-
Dituding Lakukan Pelecehan, Betrand Peto Beberkan Versinya: Saya Tanya Kenapa Dia Nangis
-
Betrand Peto Bantah Tudingan Dugaan Pelecehan, Akui Ada Adegan Jambak-jambakan
-
Gofar Hilman Bongkar Realita Pahit Harga Bensin, Bikin Penduduk Indonesia Elus Dada
-
Maudy Ayunda Dituding Main Aman, Netizen Sindir Telak: Lulusan Stanford tapi Memalukan
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
Terkini
-
Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa
-
Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar
-
Eks TA DPR Adi Harnowo Bantah Terlibat Penjualan Pita Cukai Palsu
-
Bermodus COD, Polisi Sita 1.241 Butir Obat Keras Ilegal di Bekasi
-
BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September