SuaraJabar.id - Mengapa saat buka puasa dan sahur minum teh hangat? Temukan jawabannya di sini. Termasuk manfaat teh hangat.
Dikutip dari AyoIndonesia, Edward D. Fries, salah satu ahli kesehatan di Amerika menjelaskan efek diuretik sangat bagus buat kesehatan, terutama untuk menurunkan tekanan darah.
Teh mengandung senyawa alkaloid berupa kafein yang mempunyai efek diuretik, meningkatkan volume urin.
Sehingga sering keluar masuk toilet. Namun, jangan khawatir, kafein yang ada dalam seduhan teh tidak sendirian.
Kafein di dalam seduhan teh dibarengi juga dengan adanya flavonoid yang mempunyai segudang manfaat.
Sangat cocok untuk terapi hipertensi.
Dengan diuretik, tubuh akan membuang urine yang sudah tidak dimanfaatkan lagi dalam tubuh.
Seseorang yang normal rata-rata kehilangan cairan tubuhnya dapat mencapai 2 liter per hari baik melalui urine.
Kehilangan cairan sebanyak itu akan digantikan dengan cara kita minum saat berbuka maupun sahur, termasuk di antaranya dengan minum teh.
Baca Juga: Nyore: Mengenal Lebih Dekat Tradisi Gong Fu Cha, Tata Cara Minum Teh Tradisional Khas China
Pada teh, ada asam amino L-teanin yang sangat baik bagi konsentrasi si anak dalam menangkap pelajaran di sekolah misalnya.
“Seorang ibu hamil dan menyusui masuk kategori rentan. Beberapa publikasi menyebutkan bahwa, bagi ibu hamil menyusui batas maksmalnnya ada di 300mg kafein per hari,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Jadwal Salat Lima Waktu di Jakarta Hari Ini, Buka Puasanya Jam Berapa?
-
Buka Puasa dengan Buah Kematian
-
Buka Puasa Baca Doa Dulu atau Minum Duluan? Ini yang Paling Dianjurkan
-
Apakah Kurma Perlu Dicuci Dulu sebelum Dimakan? Ini Anjuran BPOM Arab Saudi
-
Magrib Jogja Hari Ini Jam Berapa? Ada yang Buka Puasanya Lebih Cepat dari Kemarin
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Surati Bupati Tasikmalaya, Koalisi Masyarakat Sipil Tuntut Perlindungan Jemaat Ahmadiyah
-
Isak Tangis Ibu Kandung NS di Sukabumi: Minta Keadilan atas Kematian Tragis Anaknya
-
5 Poin Penting Ibu Tiri NS di Sukabumi Bantah Keras Tuduhan Kekerasan
-
Kabupaten Bogor Kembali Raih Opini WTP: Bukti Nyata Transparansi di Bawah Kepemimpinan Rudy-Ade
-
Ibu Tiri di Sukabumi Bantah Tuduhan: NS Meninggal Karena Sakit, Bukan Kekerasan