Scroll untuk membaca artikel
Ari Syahril Ramadhan
Sabtu, 19 Maret 2022 | 12:18 WIB
Makam Keramat Embah Dalem Jagat Sakti alias Eyang Entang di TPU Ageung yang berada di Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). [Suara.com/Ferrye Bangkit Rizki]

Meski kondisinyya senderaha, ternyata makam Keramat Eyang Entang menjadi salah satu dari 27 tempat yang tanah dan airnya dibawa oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil ke lokasi Ibu Kota Negara (IKN) untuk prosesi Kendi Nusantara.

Bukan tanpa alasan tanah dan air yang memiliki kaitan dengan Embah Dalem Jagat Sakti semasa hidupnya dipilih 'mewakili' Kabupaten Bandung Barat untuk dibawa oleh Ridwan Kamil ke lokasi IKN.

Menurut kepercayaan sesepuh kampung dan masyarakat serta pengunjung yang datang berziarah, tanah dan air keramat Embah Dalem Jagat Sakti memiliki sejumlah khasiar.

Misalnya Air Keramat Cikarahayuan dan Cikahuripan yang saat ini masih terus mengalir namun lokasinya agak jauh dari makam keramat Eyang Entang, kerap dimanfaatkan untuk mandi oleh orang-orang yang mengalami kegagalan/frustasi seperti lelesaheun yaitu sulit mendapat jodoh.

Baca Juga: Terkait Pembangunan IKN, Suharso Monoarfa: Jangan Sampai Masyarakat Setempat Terpinggirkan

"Teu hurip artinya susah mencari kehidupan baik pekerjaan atau bisnis, Lara balangsak yaitu mengobati orang yang susah akibat terkena penyakit yang tidak bisa diobati oleh medis serta Ngahuripan yaitu menyiramkan air keramat sebelum membangun dan mendirikan rumah," ungkap Hernandi.

Kemudian Tanah Embah Dalam Jagat Sakti yang selalu dipakai sawen atau tolak bala serta upacara-upacara tertentu. Di mana tanahnya selalu dihadirkan bersama sesajen kemudian dikubur. Khasiatnya rumah menjadi asri serta mampu menangkal santet, baruang, dan teluh.

Ada pula Situs Batu Papangkuanya yang digunakan untuk menguji kekuatan seseorang mengangkat batu sebagai panayogean atau alat ukur. Jika batu itu diangkat oleh seseorang dengan mudah maka hidupnya barokah banyak rejekinya. Namun sebaliknya bila batu itu berat diangkatnya maka segala kehidupannya akan sulit.

"Berdasarkan penjelasan dari juru kunci soal tanah dan air keramat itu, serta pertimbangan kami dari Disparbud maka tanah dan air keramat memenuhi syarat untuk dipakai dalam upacara Ibu Kota Negara," tandas Hernandi.

Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki

Baca Juga: Mulai Bekerja Pasca Dilantik, Pimpinan Otorita IKN Temui Kejagung Hingga KPK

Load More