Scroll untuk membaca artikel
Ari Syahril Ramadhan
Selasa, 22 Maret 2022 | 06:30 WIB
ILUSTRASI - Stok minyak goreng kemasan di salah satu toko berjejaring di wilayah Kasihan, Bantul, Jumat (18/3/2022). - (SuaraJogja.id/Rahmat Jiwandono)

SuaraJabar.id - Warga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat masih mengeluhkan kelangkaan minyak goreng. Padahal, stok minyak goreng kemasan di beberapa daerah langsung melimpah sesaat setelah pemerintah mencabut subsidinya.

Ahmad (34) salah seorang pedagang sembako membenarkan terjadi kelangkaan minyak goreng, terutama jenis curah yang saat ini diincar karena lebih murang dibandingkan kemasan.

“Saya mah dari kemarin memilih tidak menjual minyak goreng, karena selain stok yang tidak jelas, juga harganya mahal,” kata Ahmad, Senin (21/3/2022).

Para pedagang sembako di Pasar Cipanas mengaku tidak tahu kenapa minyak goreng langka, padahal di minimarket atau supermarket berlimpah saat pemerintah pusat mencabut harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp14 ribu per liter, lalu dikembalikan ke harga pasaran.

Baca Juga: Setuju dengan Megawati, Senator DKI Minta Warga Lakukan Efisiensi Pemakaian Minyak Goreng

“Iya kang jarang sekarang minyak goreng, tidak tahu kenapa,” terangnya.

Kabid Perdagangan Diskoperindagin Kabupaten Cianjur, Agus mengatakan, kelangkaan minyak goreng karena kurang suplai dari distributor.

“Kemasan langka, apalagi minyak goreng curah yang saat ini banyak dicari masyarakat,” kata Agus saat dihubungi melalui telepon.

Load More