SuaraJabar.id - Sebanyak 168.716 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) menerima pencairan Bantuan Langsung Tunai atau BLT minyak goreng dan bantuan sembako sebesar Rp 500 ribu.
Rinciannya, BLT minyak goreng Rp 300 ribu untuk tiga bulan dan bantuan sembako atau yang dulunya Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Rp 200 ribu per KPM. Dua jenis BLT tersebut mulai dicairkan pada Rabu (13/4/2022).
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan meminta bantuan program BLT minyak goreng dan bantuan sembako tersebut dipakai sesuai ketentuan, yakni untuk membeli minyak goreng dan sembako.
"Saya imbau bantuan ini dibelanjakan sesuai ketentuan yakni untuk sembako dan minyak. Jadi jangan beli hal-hal lain seperti baju atau rokok," kata Hengky di Padalarang pada Rabu (13/4/2022).
Hengky menjelaskan, bantuan ini didistribusikan oleh PT Pos dengan syarat membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK). Selain itu, kantor pos juga menyediakan layanan vaksin bagi KPM penerima bantuan.
"Ada vaksin juga di kantor pos. Jadi selain bawa bantuan, bisa sekalian disuntik vaksin," pungkasnya.
Sementara itu, salah satu penerima BLT minyak goreng asal Kampung Poswetawan, Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Lilis (56) mengaku gembira adanya bantuan tersebut.
Pasalnya, minyak goreng curah di pasaran saat ini kondisinya masih langka. Dengan adanya bantuan ini masyarakat bisa membeli minyak kemasan.
"Seneng, bisa beli minyak goreng kemasan. Di Padalarang harga minyak kemasan Rp 40 ribu. Sedangkan minyak curah langka. Jadi lumayan terbantu," terangnya.
Baca Juga: Stok Minyak Goreng Curah di Beberapa Wilayah Kosong, Kadiskoperindag Jembrana Mulai Khawatir
Ia pastikan warga gak mungkin membelikan bantuan tersebut untuk kebutuh lain, karena kebutuhan sembako sangat diperlukan saat ini. Apalagi menjelang Idul Fitri.
Berita Terkait
-
Promo Minyak Goreng Alfamart Hari Ini, dari Sovia hingga Sunco 2 Liter Harga Murah
-
Sebulan Menjabat Jadi Bupati, Jeje Govinda Bingung Ditanya Dedi Mulyadi
-
Polda Metro Jaya Ungkap Kasus Minyak Goreng Lain Dikemas ke MiyaKita, Takarannya Dikurangi
-
Gawat! Kemendag Ciduk Repacker MinyaKita Nakal, Ini Modusnya!
-
Kemendag Tegaskan MinyaKita Bukan Subsidi dan Tak Berasal dari APBN
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar