“Tentu hal tersebut saat itu merupakan kewajiban dan hal yang lumrah untuk bela bangsa dan negara ini,” jelasnya.
Saat itu, kata Kang Icep, Pesantren Cidewa ini santrinya ada sebanyak 40 orang. Namun, seiring waktu berjalan sampai Kakek Kyai Ahmad Fadlil wafat dan meninggalkan santri sampai 400 orang.
“Kalau sekarang, santrinya kan ada dari berbagai daerah dari Sabang sampai Merauke dan pendidikannya juga ada dari mulai RA sampai Perguruan tinggi, jadi kalau ditotalkan kurang lebih sebanyak 6.650 orang santri dan masih ada banyak lagi yang belum terhitung kalau dari luarnya,” katanya.
Kang Icep berharap, Pondok Pesantren Darussalam Ciamis dan Pesantren yang ada di Indonesia juga tetap menjaga nilai-nilai tradisi dan budaya keislaman di pondok Pesantrennya masing-masing.
Kemudian, nilai-nilai adabiah atau etika moral harus ditanamkan kepada umat, masyarakat, peserta didik atau kalau Pesantren itu kepada para santri.
“Karena santri itu intinya bagi kami yakni Pesantren itu dari kata satria jadi Pestriaan, tempat orang dididik, dibina di tempat, kemudian dibangun kekuatan moral dan fisiknya maka dikatakan Pesantren,” pungkas Kang Icep.
Berita Terkait
-
Profil KH Hasan Abdullah Sahal yang Berani Pidato Singgung Cari Muka Depan Prabowo Subianto
-
Isi Pidato Hasan Abdullah Sahal di Depan Prabowo, dari Sejarah Gontor Sampai Curhat Soal Cari Muka
-
Orangtua Kini Bisa Pantau Progres Belajar hingga Kesehatan Santri Lewat HP
-
Potret Sungai Cileungsi Menghitam Akibat Dugaan Limbah Industri
-
Kanaya Whu Siapanya KDM? Kang Dedi Mulyadi Berniat Bangun Masjid untuk Mengenangnya
Terpopuler
- Prabowo Mau Gratiskan Pendidikan SD hingga Universitas Negeri, Dananya dari Uang Korupsi
- Andre Taulany Resmi Nikahi Amanda Rigby, Mantan Istri Erin: Hamil Duluan Kali
- Viral Video Ulama Houthi Serukan Serangan ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi
- 6 HP Samsung Terbaik 2026! Mulai dari Kelas Flagship Hingga Entry-level
- Viral Foto Duduk Bareng, Terungkap 6 Momen Kedekatan Gubernur Sherly dan Ahmad Luthfi
Pilihan
-
Perang Dunia III Nyaris Meledak! AS Mau Serang Kapal China Ternyata AI-nya Salah
-
Petaka 2 Batang Kayu Jati: Ayah Dibui demi Sesuap Nasi, Anak di Bojonegoro Mogok Sekolah Dibully
-
Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI
-
Emil Audero dan 5 Pemain Tinggalkan Rayo Vallecano
-
WNI 18 Tahun Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Ada Barbuk 25 Kg Sabu dan Heroin
Terkini
-
BRIZZI x ARKIV Hadir di Blok M Hub, Saatnya Eksplor Seni, Kuliner, dan Berburu Hadiah
-
Tari Jaipong Asal Surade Sukabumi Pukau Panggung Asian Games 2026 di Jepang
-
5 Alasan Tarik Tunai di ATM Masih Terasa Merepotkan di Era Digital
-
Gaya Baru Sektor Swasta Jaga Alam, WWF Sambut Positif Inisiatif EIGER Nature
-
Rumah Guru SMAN 1 Tasikmalaya Digeledah KPK, Rentetan dari Kasus Ini