SuaraJabar.id - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung sekitar pada lebaran hari pertama, Senin ( 2/5/2022 ) dengan intensitas cukup tinggi membuat sejumlah titik diterjang banjir dan tanah longsor.
Akun media sosial Instagram @infobandungkota mengunggah beberapa peristiwa yang terjadi di wilayah Bandung Jawa Barat pasca diguyur hujan kemarin.
Seperti yang terjadi di wilayah Jalan Raya Kopo Kabupaten Bandung untuk kesekian kalinya, banjir kembali merendam jalanan tersebut hingga mencapai setinggi lutut orang dewasa.
Banjir tersebut dikatakan merendam wilayah Jalan Raya Kopo dari arah Jalan Soekarno Hatta.
Baca Juga: Tampil Dengan Pakaian Nyentrik di Hari Raya Idul Fitri, Pasangan Ini Banjir Komentar Warganet
Dalam pantauan postingan akun tersebut terpampang kedalaman air banjir cukup tinggi hingga merendam setengah bagian kendaraan roda dua yang nekat melintas.
Beberapa kendaraan baik roda dua dan roda empat memilih untuk bergantian melintasi wilayah rendaman banjir demi terhindar dari mogok dan kemacetan.
Kondisi ini terpantau sejak semalam akibat wilayah tersebut diguyur hujan sejak sore hari.
Selain banjir yang melanda, tanah longsor juga terjadi akibat derasnya hujan yang menghujani wilayah Bandung. Salah satunya adalah di daerah Jalan Gunung Agung Dalam, Kelurahan Ciumbuleuit, Kecamatan Cidadap Kota Bandung mengalami longsor pada bagian jalan penghubung sehingga membuat akses lalu lintas warga setempat terputus.
Dalam pantauan postingan di akun yang sama, longsor yang memutus jalan itu diperkirakan sepanjang lebih dari 3 meter. Warga yang tak bisa melalui jalan tersebut terpaksa harus memutar untuk bisa sampai ke tujuan mereka.
Kemudian longsor juga menerjang kawasan Tangkuban Perahu sore hari kemarin.
Longsoran tanah tebing tersebut meluber ke jalanan hingga membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan parah sepanjang lebih dari 1 km sejak pukul 16.00 WIB.
Banyak kendaraan yang didominasi roda dua yang tetap nekat melintasi jalur tersebut meski longsor telah terjadi.
Beberapa kejadian akibat banjir ini pun tak ayal menimbulkan kekhawatiran dari masyarakat dan warganet yang melihatnya.
Mereka merasa was was sekaligus saling tanya melihat situasi ini.
"Aduh lebaran didatangi musibah," tulis akun @_fdl***.
"Sapan banjir gak?" tanya akun @randu***.
"Aman, Sapan gak banjir cuma macet," balas akun lain @glen***.
"Kopo, Dayeuhkolot, Cibaduyut selalu banjir parah, semoga ada perbaikan dan percepatan perbaikannya," komen akun @fikri***.
"Tolong Bandung Gubernur terbaik @ridwankamil," tulis akun lain @ryan***.
Kontributor : Ririn Septiyani
Berita Terkait
-
Viral! Wanita Ini Punya Cara Jitu Bungkam Pertanyaan 'Nyinyir' saat Lebaran, Kaosnya Bikin Ngakak!
-
6 Rekomendasi Tempat Wisata Viral di Bandung, Cocok untuk Liburan Keluarga
-
Whoosh Dibanjiri Penumpang! 240 Ribu Orang Pilih Kereta Cepat Selama Libur Lebaran
-
Lawan Ridwan Kamil, Lisa Mariana Akan Konferensi Pers Meski Kondisi Mental Tak Stabil
-
Viral! Kawasan Wisata Pantai Anyer Penuh Manusia, Niat Healing Malah Pusing
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar