SuaraJabar.id - Niat Putra Adinata (28) bersama keluarganya yang ingin menikmati keindahan wisata di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) sepertinya harus dilupakan sementara waktu.
Wisatawan asal Palembang, Sumatera Selatan itu terjebak kemacetan di kawasan Punclut, yang merupakan jalur alternatif dari Kota Bandung menuju Lembang, Bandung Barat.
Putra dan keluarganya sudah berada di Kota Bandung sejak Selasa (3/5/2022). Merekapun memulai wisatanya dengan mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan di Kota Bandung.
Kemudian pada Rabu (4/5/2022) sekitar pukul 13.00 WIB, wisatawan tersebut berniat berwisata ke kawasan Lembang. Bermodalkan petunjuk arah dari Google Maps, mereka melewati jalur alternatif Dago menuju kawasan Punclut.
"Dari bawah memang udah macet, belum lagi jalurnya tanjakan semua. Jadi lama," tutur Putra kepada Suara.com.
Setibanya di kawasan Punclut, mereka pun memilih beristirahat sekitar pukul 15.00 WIB di kawasan Punclut untuk melepas lelah setelah melewati kemacetan. "Belum tau mah ke mana wisatanya, soalnya baru pertama. Jam segini belum masuk wisata manapun. Terus lihat di maps di Lembang macet katanya," kata Putra.
Semula Putra dan keluarganya akan menginap di kawasan Lembang. Namun hingga saat ini belum menemukan tempat penginapan tersebut. Ia sudah mencoba memesan secara online namun rata-rata tempat yang diinginkannya sudah penuh.
"Tadi sebetulnya udah booking, tapi kayanya udah ada yang masuk duluan. Jadi yang saya kena cancel. Sayanya kelamaan confirm," ujarnya.
Putra dan keluarganya pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke arah Lembang sebab jalurnya terbilang cukup lancar dibandingkan memutar arah kembali ke Lembang. Sebab berdasarkan pantauan hingga pukul 16.30 WIB jalur dari arah Lembang menuju Kota Bandung via Punclut mengalami kemacetan yang cukup parah.
Baca Juga: Berkunjung Saat Lebaran, Remaja Laki-Laki Ini Bawa Keranjang demi Angkut Kue
"Mau coba dulu lanjut jalan ke Lembang. Lihat kondisi. Kalau tidak memungkinan paling nyari jalan arah ke Jakarta (pulang)," tukasnya.
Sementara di kawasan objek wisata Lembang, para pengunjung terjebak kemacetan dari Setiabudi, Kota Bandung hingga ke depan objek wisata The Great Asia Africa (TGAA) dan Farm House Lembang. Namun, mereka tetap melanjutkan perjalanan demi menikmati objek wisata tujuan.
Wisatawan asal Cikampek, Peter Kayamalaksa (42) mengatakan, untuk menuju objek wisata Lembang, dia bersama keluarganya harus menempuh perjalanan selama 4 jam karena sempat terjebak kemacetan dari Kota Bandung.
"Kemacetan sudah terjadi dari Cikampek, kemudian di daerah sini juga macet. Perjalanan tadi antara 3 sampai 4 jam," ujarnya.
Kasatlantas Polres Cimahi, AKP Sudirianto mengatakan, pada H+2 lebaran ini, ekor kendaraan sudah sampai di Eldorado Kota Bandung, sehingga pihaknya harus menerapkan skema one way untuk mengurai kemacetan.
"Kami melakukan CB one way sepenggal dari Saung Pengkolan sampai Farmhouse karena untuk kepadatan sudah sampai perbatasan Kota Bandung," ujarnya.
Tag
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Rayakan Musim Baru PERSIB, bank bjb Kasih Diskon Rp50 Ribu untuk Bobotoh
-
BRI Buktikan Komitmen di Dunia Olahraga, Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026
-
Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan
-
Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan
-
Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang