SuaraJabar.id - Salah satu korban selamat, Agus Sukamto (50) meminta aparat terkait untuk benar-benar menyelidiki tuntas penyebab kecelakaan bus pariwisata di Panumbangan, Ciamis, Jawa Barat, yang menewaskan empat orang dan puluhan luka-luka.
Agus pun mendesak pihak kepolisian untuk segera membeberkan penyebab terjadinya kecelakaan mau tersebut, agar tidak berkembang isu-isu yang belum tentu benar tentang penyebab kecelakaan itu.
"Kalau kami ini pengguna saja, kewenangan itu ada pada Polisi/Dishub menyangkut ini. Kan yang berkembang sekarang karena rem blong, saya rasa kalau mobil baru ga masuk di akal," katanya mengutip dari Antara, Senin (23/5/2022).
Selain itu, kata agus, pihaknya pun berharap jajaran aparat kepolisian agar dapat segera menemukan keberadaan sopir yang membawa rombongannya itu, karena dari informasi bahwa sopir bus pariwisata tersebut menghilang saat dilakukan perawatan di Puskesmas Panjalu.
"Informasi dari teman-teman kepolisian sopirnya nggak tau ke mana, jadi belum tau," tuturnya.
Ia menambahkan, atas adanya peristiwa ini pihaknya pun mendorong pemerintah dapat penguatan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dari setiap Perusahaan Outobus (PO) dalam memenuhi standar sarana dan prasarana keselamatan.
"Tim KNKT harus segera mengevaluasi karena ini menyangkut keselamatan semua orang. Bahkan Pak Presiden juga sudah mewanti-wanti terkait keselamatan ini. Sekarang malah banyak kejadian lagi seperti terjadi di Mojokerto dan sebagainya, jadi benar harus di evaluasi kembali bersama," kata dia.
Sebelumnya, pihak kepolisian menduga rem blong menjadi penyebab kecelakaan bus pariwisata di Ciamis beberapa pekan lalu. Hal itu disampaikan oleh Kepala Kepolisian Resor Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro dari hasil olah tempat kejadian perkara.
"Untuk sementara, dugaan awal karena rem blong, namun nanti akan kami lengkapi dengan saksi lain dan bukti di TKP," kata Tony
Baca Juga: Dugaan Awal, Rem Blong Jadi Penyebab Kecelakaan Bus Pariwisata di Ciamis yang Tewaskan 4 Orang
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya
-
Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor
-
Persib Bandung Bantai Kalteng FC dan Tempel Ketat Puncak Klasemen
-
Kecelakaan Maut di Bekasi: Rem Blong, Truk Molen Hantam Halte dan Tewaskan 6 Orang
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain