SuaraJabar.id - Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan membongkar motif dan kronologi rekayasa kasus tenggelam di Kalimalang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Peristiwa itu bermula saat pengendara motor ditabrak Toyota Fortuner hingga mengakibatkan satu korban tenggelam di Kalimalang.
"Mereka sudah merencanakan dan merancang sedemikian rupa kejadian ini sejak sebulan sebelumnya di daerah Bogor," kata Gidion mengutip dari Antara.
Dia menjelaskan kronologi awalnya pelaku Wahyu Suhada (35) bersama Abdil Mulki (37), Dena Surya Kusuma (25), dan Asep Rian Irawan berangkat dari kediaman Wahyu di bilangan Kota Bekasi menuju Teluk Jambe, Karawang, pada Sabtu (4/6) dini hari pukul 00.30 WIB.
"Mereka berempat pergi ke lokasi mengendarai satu mobil dan dua motor," kata Gidion.
Selanjutnya, pada pukul 02.00 WIB, keempat pelaku merusak motor Kawasaki KLX bernomor polisi F 6058 FHB, yang di dalam laporan polisi disebutkan motor itu dikendarai Wahyu dan Mulki saat terjadi kecelakaan.
"Di Teluk Jambe, mereka sengaja merusak sepeda motor bagian belakang dengan menggunakan batu. Setelah itu, para pelaku kembali menuju arah Bekasi melalui jalur Kalimalang," tambahnya.
Sebelum tiba di lokasi, Wahyu, yang awalnya menumpangi motor bersama Mulki, berpindah ke mobil dan menyuruh Mulki untuk menabrakkan dirinya ke Kalimalang.
Setelah itu, Mulki yang terjatuh di pinggir Kalimalang ditolong oleh Asep. Dena, yang juga berada di lokasi, langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Cikarang Pusat.
Baca Juga: Kronologi Wahyu Cs Rekayasa Tabrak Lari dan Tenggelam di Kalimalang Demi Klaim Asuransi Rp 3 Miliar
Wahyu lalu pergi melarikan diri, sehingga rekannya bisa mengarang cerita seolah-olah dia hilang tenggelam di Kalimalang akibat ditabrak mobil Fortuner. Polisi hingga kini tengah mencari keberadaan Wahyu yang buron.
"Wahyu ini merekayasa cerita agar ia bisa mendapatkan klaim asuransi kematian yang nilainya Rp3 miliar," ujar Gidion.
Berita Terkait
-
Kronologi Wahyu Cs Rekayasa Tabrak Lari dan Tenggelam di Kalimalang Demi Klaim Asuransi Rp 3 Miliar
-
Akhirnya Terungkap! Rekayasa Korban Tabrak Lari Tenggelam di Kalimalang Bekasi, Ini Motifnya
-
Demi Klaim Asuransi: Bagaimana Terjadinya Rekayasa Kasus Tenggelam di Kalimalang?
-
Sekongkol Rekayasa Korban Tabrak Lari Tenggelam di Kalimalang, Wahyu Dkk Nekat Bohongi Polisi Demi Cairkan Asuransi
-
Wahyu Suhada Ngarang Cerita Tewas Tenggelam di Kalimalang Demi Dapat Klaim Asuransi Miliaran Rupiah, Kini Buron
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat
-
Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong
-
Nonton Pestapora 2026 Makin Praktis, Ada Cashback 20 Persen Pakai QRIS BRImo
-
Daftar Narapidana yang Diduga Dapat Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
-
Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah