SuaraJabar.id - Warga Sukabumi dihebohkan dengan kabar viral di media sosial soal kemunculan harimau di hutan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Rifi Yanur Fajar (24 tahun), pemuda yang mengaku melihat harimau di kawasan hutan rakyat Blok Cicadas di Kedusunan Cimandala, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, pada 18 Agustus 2019 mengaku melihat harimau.
Ketika itu, Ahad malam, 18 Agustus 2019, sekira pukul 00.00 WIB, Rifi bersama empat rekannya dalam perjalanan pulang dari Surade menuju rumah mereka di Kampung Mekarsari, Kedusunan Cimandala.
Rifi mengendarai sepeda motor matik seorang diri, sedangkan empat rekannya menggunakan mobil, mengikuti Rifi dari belakang.
Saat memasuki kawasan hutan rakyat Blok Cicadas, seketika Rifi terkejut lantaran melihat seekor harimau yang melompat ke jalan.
"Saat mau melintas Blok Cicadas, tepatnya ketika di tikungan menuju jalan lurus," kata Rifi kepada sukabumiupdate.com -jaringan Suara.com, Senin (6/6/2022) di kediamannya. "Kaget ada harimau lompat ke jalan," imbuh dia.
Dari pengakuan Rifi, harimau tersebut melompati pagar bambu setinggi kurang lebih satu meter. harimau ini melompat ke kanan jalan dari arah kebun pohon jati di sebelah kiri jalan. Rifi mengaku mendengar suara berisik mirip dedaunan kering yang terinjak. Tidak lama, harimau itu lompat, bahkan mengenai kaca spion kiri sepeda motor Rifi.
"Saya langsung tarik rem. Kaca spion motor saya juga jatuh," ucapnya. Sambil melafalkan istigfar, Rifi memberanikan diri turun dari sepeda motornya yang hanya berjarak 5 meter dari harimau tersebut. "Saya melihat harimau dengan warna kuning, hitam, dan ukurannya lebih dari seekor domba, namun kurus dan ekornya ke atas," ujar dia.
Meski tidak terlalu terlihat jelas karena tak tersorot lampu sepeda motornya, Rifi mengatakan harimau yang diperkirakan setinggi 1,5 meter ini dalam posisi menghadap jalan usai melompat. Tidak lama, mobil rekan-rekan Rifi tiba dan ikut berhenti. Mobil ini membunyikan klakson, sehingga harimau itu pergi ke rimbun pepohonan di kanan jalan.
Baca Juga: 6 Fakta Soal Postingan Jane Abel Anak Bambang Pamungkas yang Bikin Khawatir
"Paling lama harimau itu diam satu menitan di pinggir jalan. Rekan-rekan yang di mobil juga melihat dari belakang dengan samar, tapi mereka bilang mirip harimau," kata Rifi. "Di sisi jalan itu sedikit rimbun. Kalau siang banyak warga yang menyadap air nira. Di lokasi ini sering muncul binatang seperti landak, careuh, dan monyet yang keluar malam hari," imbuhnya.
Kepala Desa Cipeundeuy Bakang Anwar As'adi menerima kabar dugaan kemunculan harimau ini saat dia belum menjabat kepala desa. Kabar ini menjadi ramai diperbincangkan warga. Bahkan, kata Bakang, sebelum 2019, Desa Cipeundeuy dihebohkan dengan adanya beberapa warga yang mengaku melihat harimau di beberapa lokasi.
Sejumlah warga melihat harimau di beberapa lokasi di kawasan hutan rakyat yang luasnya kurang lebih 400 hektare. Warga melihat harimau di Blok Cibanteng, Cicadas, hingga di Karangbolong yang berbatasan dengan Desa Sukatani, Kecamatan Surade. Bakang mengaku tidak bisa memastikan jumlah harimau tersebut.
"Di Desa Cipeundeuy memang masih ada kawasan hutan yang luas dan dikelilingi sungai Cipamarangan dan laut Cimandala yang berbatasan dengan Karangbolong, Desa Sukatani," kata Bakang. Meski bukan hutan lindung, namun kawasan hutan ini biasa disebut hutan belantara dan masih memiliki banyak gua.
"Setelah ramai menjadi perbincangan warga soal penemuan harimau pada 2019, belum ada lagi informasi penemuan. Pihak BKSDA pernah menemui saksi yang melihat harimau tersebut pada 20 Januari 2022," ucap dia.
Lewat unggahan di Facebook resminya, Dinas Kehutanan Jawa Barat telah melaksanakan rapat internal terkait adanya laporan dari masyarakat yang menyaksikan dugaan adanya penampakan harimau di Kabupaten Sukabumi ini. Rapat dipimpin langsung Kepala Dinas Kehutanan Jawa Barat saat itu, Epi Kustiawan.
Berita Terkait
-
6 Fakta Soal Postingan Jane Abel Anak Bambang Pamungkas yang Bikin Khawatir
-
Viral Istri Pertama dan Keluarga Gerebek Suami Saat Nikah Lagi
-
Viral Emak-emak Polos Tolak Paket Lemari Es dari Kurir, Ngotot yang Dikirim Harusnya Kulkas
-
Menegangkan, Detik-detik Waria Berbaju Merah Dikejar Anjing Sampai Terbirit-birit
-
Viral Mempelai Wanita Girang 'Didatangi' Tokoh Anime Favorit saat Pernikahan, Suami Hanya Ngalah Pasrah
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 5 Sepatu Skechers Max Cushioning yang Empuk untuk Jalan Kaki Jauh dan Olahraga
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Rekomendasi Produk Viva untuk Eksfoliasi Wajah, Mulai Rp12 Ribuan
- Apakah Pertalite Akan Naik Harga 26 September 2026? Ini Kata Bahlil
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Ponaryo Astaman Prediksi FIFA ASEAN Cup 2026 Bakal Berlangsung Ketat
-
Bappisus dan Menimipas Usut Dugaan 'Kamar Khusus' Berbayar bagi Napi di Lapas Cibinong
-
Nonton Pestapora 2026 Makin Praktis, Ada Cashback 20 Persen Pakai QRIS BRImo
-
Daftar Narapidana yang Diduga Dapat Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
-
Hadapi Musim Influenza A, Pentingnya Vaksinasi dan Menyiapkan Kebutuhan Kesehatan di Rumah