SuaraJabar.id - Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi berharap aksi tarian "seronok" yang dilakukan oleh sekelompok remaja putra dan putri yang dilakukan di Lapang Merdeka Kota Sukabumi, Jawa Barat, beberapa waktu lalu yang sempat viral di media sosial tidak terulang kembali.
"Kami sangat menyesalkan adanya sekelompok remaja yang berani melakukan tarian tidak pantas di depan umum dan disaksikan banyak orang, ironisnya lagi aksi mereka tersebut menjadi viral di media sosial serta mendapat kecaman dari netizen yang menyaksikan," katanya di Sukabumi pada Kamis (16/6/2022).
Menurut Fahmi, pihaknya tidak melarang siapapun membuat konten untuk ditayangkan di media sosial asalkan yang mengedukasi, mencerahkan dan memberdayakan.
Bukan seperti menari-nari tidak karuan atau tidak pantas serta terkesan seronok apalagi sampai mengundang kecaman dari berbagai pihak.
Ia pun menilai apa yang dilakukan oleh sekelompok remaja tersebut tidak sesuai dengan nilai agama dan kebudayaan.
Tentunya ini harus menjadi perhatian semua pihak khususnya orang tua agar anak-anak tidak salah dalam bergaul dan menyerap informasi dari media sosial.
Selain itu, orang tua pun harus bisa memantau aktivitas media sosial anak-anaknya, apalagi dengan mudahnya mengakses berbagai informasi dari internet dikhawatirkan mencontoh hal-hal atau konten yang negatif.
Antisipasi terjadinya hal serupa di tempat umum di Kota Sukabumi pihaknya akan meningkatkan pengawasan khususnya Lapang Merdeka.
Meskipun lapang tersebut untuk umum dan boleh digunakan oleh siapapun tetap harus menjaganya.
"Kami pun mengajak para orang tua agar lebih memperhatikan aktivitas anaknya, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Orang tua pun harus tegas membatasi aktivitas putra-putrinya di media sosial dan selalu memeriksa telepon pintar mereka," katanya mengimbau. [Antara]
Baca Juga: Ustaz Abdul Somad Ditolak Ceramah di Bogor, Polisi: Acara Tetap Berlangsung, Pengamanan Diberlakukan
Berita Terkait
-
TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah
-
Generasi Self-Diagnosis: Saat VT TikTok Jadi Pengganti Psikolog
-
Gaya Hidup Deputi II Bakom Timothy Ivan Triyono Disorot, Terseret Dugaan Skandal Rp1,5 Miliar
-
Apakah Benar Akan Ada Pemadaman Internet Selama 3 Hari? Ini Penjelasan Komdigi
-
Bosan Video TikTok Ada Watermark? Coba 6 Tool Ini Dulu
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
Terkini
-
Kasus Lapas Cibinong Disorot, Pakar Dorong Pengawasan Nasional Diperketat
-
Rebutan Lahan Parkir Berujung Bentrok di Garut, Satu Orang Terkena Sajam
-
Sungai Cikole Mengering, Petani Sukabumi Temukan Tengkorak dan Tulang Belulang Manusia
-
Data Pemerintah Makin Terintegrasi, BSSN Tekankan Pentingnya Keamanan Siber
-
Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI