SuaraJabar.id - Pertamina melarang pembelian BBM jenis Pertalite dengan menggunakan jerigen. Akibatnya, pemilik angkutan perahu di Waduk Cirata, Kabupaten Cianjur terpaksa menggunakan bahan bakar jenis Pertamax yang harganya jauh lebih tinggi.
Akibatnya, pengemudi perahu bargas terpaksa menaikan ongkos lebih dari 30 persen.
Kenaikan ongkos jasa perahu ini justru malah membuat mereka mengalami penurunan pendapatan. Sudah dua bulan ini para pengemudi perahu bargas di Waduk Cirata mengeluhkan pendapatan menurun, karena berkurangnya penumpang.
Menurunnya jumlah penumpang akibat naiknya ongkos perahu, sekali balik saat ini dipatok Rp 15 ribu, kalau pulang-pergi Rp 30 ribu. Asalnya tarif perahu ini Rp 10 ribu, kalau pulang pergi Rp 20 ribu.
Ayi (50) pengemudi perahu bargas khusus pemancing mengaku dengan berat hati terpaksa menaikkan tarif dari Rp 20 ribu pulang-pergi jadi Rp 30 ribu.
“Iya mau gimana lagi atuh, padahal ga tega juga menaikkan tarif, kasihan pemancing,” kata Ayi pada wartawan, Jumat (17/6/2022).
Aef (45) juga mengaku mendapat keluhan dari saudaranya yang berprofesi pengemudi perahu, pendapatannya menurun perlahan.
“Semuanya menurun pendapatannya. Iya, karena ongkos naik,” tuturnya.
Mereka menilai seharusnya pemerintah daerah menindaklanjuti hal tersebut, kasihan para pengemudi perahu di Cirata, khususnya di Jangari.
Baca Juga: Heboh Video Perkelahian Petugas SPBU dengan Pelanggan, Diduga karena Salah Pengisian BBM
“Selain harganya mahal, pertamax mah bikin mesin cepat panas,” keluhnya.
Berita Terkait
-
Bahlil Sebut Penyesuaian Harga BBM Nonsubsidi Masih Dikalkulasi
-
5 Langkah Mitigasi Pemerintah Hadapi Krisis Energi
-
Pertahankan Subsidi BBM untuk Rakyat Miskin, Prabowo Subianto: Yang Kaya Jangan Minta!
-
Bukan Sekadar Melindungi Rakyat, Ini Alasan Pemerintah Menahan Kenaikan BBM
-
Prabowo: Meski Krisis Timur Tengah Picu Lonjakan Harga Energi, Kondisi Indonesia Masih Aman
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Sentuh Hati Masyarakat, Lapas Cibinong Hadirkan Bantuan Sosial di Momen Hari Bakti Pemasyarakatan
-
Bayar Pajak Kendaraan di Jabar Kini Tak Perlu KTP Pemilik Pertama, Cukup STNK!
-
Hanya 18 Jemaah Asal Kota Sukabumi yang Berangkat ke Tanah Suci Tahun Ini, Ada Apa?
-
Pesta Nikah Berujung Duka: Ayah di Purwakarta Tewas Dikeroyok Preman, Bupati Perketat Izin Hajatan
-
Buntut Suap Ade Kunang, Giliran Istri Ono Surono Digali Keterangannya oleh KPK