SuaraJabar.id - Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo mengatakan pihaknya akan mengembangkan kasus mie berformalin yang diproduksi di pabrik Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.
Saat ini kata dia, pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap 13 saksi untuk proses pengembangan kasus.
"13 saksi sedang kami periksa. Mereka adalah karyawan pabrik mie tersebut," tutur Kusworo, Kamis (30/6/2022).
Sejauh ini baru 1 orang tersangka yang ditetapkan dalam kasus tersebut. Keterangan dari para saksi, akan menentukan kemungkinan tersangka baru.
"Kami masih terus melakukan pengembangan. Siapa yang membeli bahan baku, termasuk dari mana membeli formalinnya," katanya.
Formalin merupakan bahan kimia yang tidak bisa diperjualbelikan dengan bebas, terlebib untuk dijadikan bahan pengawet makanan.
Jika dikonsumsi secara terus menerus, makanan yang mengandung formalin akan memberi efek buruk bagi tubuh manusia.
Sebagaimana diketahui, sebuah pabrik mie berformalin digrebek Satnarkoba Polresta Bandung, Rabu (29/6/2022).
Pabrik tersebut telah beroperasi selama 4 tahun. Setiap harinya 2 ton mie diproduksi di pabrik tersebut dan didistribusikan ke sejumlah pasar tradisional di Bandung.
Berita Terkait
-
Terungkap, Alasan Ganda Thom Haye Absen di Laga Krusial Persib vs Borneo FC
-
Marc Kok: Persib Takkan Mudah Bungkam Borneo FC di Samarinda
-
Umuh Muchtar Bangga Tiga Pemain Persib Dipanggil Timnas Indonesia
-
DPR Dorong STIA LAN Bandung Bangun Laboratorium AI dan Big Data untuk Cetak ASN Digital
-
Duel Puncak Klasemen, Marc Klok Nilai Laga Persib vs Borneo FC Seperti Final
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
Adu Banteng di Jalur Sukabumi-Bogor: Colt Mini L300 Hantam Pajero, Bagaimana Nasib 8 Penumpang?
-
Mengawal Senyum Buruh: Kala Ribuan Karyawan Kahatex Cairkan THR di Bawah Penjagaan Ketat Polisi
-
Maut Menjemput di Simpang Tonjong: Detik-Detik Avanza Oleng Renggut Nyawa Pejalan Kaki di Ciamis
-
Bukan Sekadar Urusan Masak: Gegara Limbah dan Asrama, 2 SPPG di Banjar Disetop Pusat