SuaraJabar.id - Sejumlah titik di Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi dipasangi spanduk yang berisi larangan masuk bagi rentenir atau bank emok dan bank keliling.
Spanduk tersebut di antaranya terpasang di wilayah RW 18 Kelurahan Cipageran. Di antaranya spanduk berwarna kuning yang dipasang di depan kantor RW yang bertuliskan 'KAMI WARGA RW 18 KP. LEBAK SAAT MELARANG KERAS BANK KELILING & RENTENIR MASUK WILAYAH KAMI"
Spanduk juga membentang di gapura RT 03/18, Kelurahan Cipageran berwarna putih yang bertuliskan "PERHATIAN...!!! KEPADA BANK KELILING/RENTENIR DILARANG MASUK KE RW 18 KP. LEBAK SAAT".
Udin Mahpudin, Ketua RT 03/18 Kelurahan Cipageran mengatakan, pemasangan spanduk itu ditujukan untuk menghalau masuknya para rentenir atau semacamnya ke wilayah tersebut.
"Itu untuk antisipasi saja biar enggak ada warga saya yang terjebak. Dipasang udah sebulan lebih. Soalnya denger di wilayah lain kan ada yang sampe habis rumah buat bayar ke rentenir," kata Udin kepada Suara.com pada Minggu (24/7/2022).
Sejauh ini, ungkap Udin, memang belum ada warganya yang terjerat pinjaman kepada rentenir atau bank emok. Meskipun, kata dia, ada warganya yang sebelumnya mendapat tawaran pinjaman uang.
Modus yang digunakan para rentenir itupun sangat menggoda yang membuat warga khususnya ibu-ibu bisa saja luluh dan meminjamnya. Mereka biasanya meminjamkan uang tanpa agunan dengan bunga yang sangat besar.
"Tapi belum ada kalau yang sampai terjerat. Saya udah kasih imbauan, kalau sekarang kalau ada yang nawarin pinjaman koordinasi dulu ke pengurus biar enggak sampai menyesal," kata Udin.
Dikatakannya, pihaknya tak melarang warga untuk meminjam uang. Hanya saja, kata dia, lebih baik meminjam kepada lembaga yang memiliki legalitas.
Baca Juga: Gak Nyangka, Tasyi Athasyia Sampai Berutang Demi Makanan Ini
"Biasanya yang nawarinnya itu ke ibu-ibu kebanyakan. Mudah-mudahan dengan spanduk itu para rentenir enggak masuk ke wilayah kami," pungkasnya.
Camat Cimahi Utara, Kota Cimahi Endang mengungkapkan, sejauh ini memang pihaknya sudah menerima laporan dari unsur kewilayahan terkait adanya warga yang sudah terjerat pinjaman kepada rentenir atau bank emok.
"Ada memang beberapa warga kami yang sudah terlanjur minjem. Mungkin karena warga di satu sisi kepepet kebutuhan, di satu sisi tidak ada pilihan untuk tempat meminjam yang tidak memberatkan. Jadi terpaksa ke bank emok," ungkap Endang.
Dengan adanya warga yang terjerat rentenir atau bank emok itu, kata Endang, pengurus RW pun berinisiatif memasang spanduk larangan. Untuk untuk antisipasi ke depan, kata dia, pihaknya mendorong dibentuknya koperasi.
"Makanya dengan mendirikan koperasi mudah-mudahan bisa jadi solusi, walaupun tidak mudah dan tidak instan," pungkasnya.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer
-
Detik-Detik Menegangkan! Ibu Hamil Melahirkan di Kereta, Dokter Spesialis Kandungan Turun Tangan
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026