SuaraJabar.id - Aksi perampasan sepeda motor dengan modul belum bayar cicilan belakangan ini marak terjadi di Kota Cimahi. Aksi pelaku yang mengaku sebagai debt collector itupun viral di media sosial.
Tercatat dalam sepekan terakhir ada tiga aksi perampasan sepeda motor yang terjadi di wilayah Kota Cimahi. Yakni dua kali terjadi di Jalan Raya Cimindi, tepat di dekat Flyover Cimindi dari arah Bandung. Lalu kejadian perampasan ketiga terjadi di sebuah toko buku di Jalan Pacinan, Kota Cimahi.
Seperti yang terpantau dalam unggahan sebuah video di akun Instagram @infocimahi yang memperliatkan aksi dua pelaku yang membawa sepeda motor korban, dengan dalih mengaku debt collector di Jalan Pacinan, Kota Cimahi.
Aksi itupun menuai ragam komentar dari warganet. Bahkan, ada yang sampai mencolek langsung akun Instagram artis Baim Wong hingga akun PS Store milik pengusaha Putra Siregar.
"Orang baik @baimwong @pst0re bantulah orang ini kasian korban yg kehilangan tersebut," tulis akun @manjak.belanja.
"Di Cimahi banyak korbannya temen saya," tulis akun @alifiaaalifia.
Menanggapi maraknya aksi perampasan sepeda motor dengan modus mengaku sebagai debt collector itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi, AKP Rizka Fadila mengatakan sudah menerjunkan tim untuk menyelidiki dugaan perampasan motor tersebut mulai dari titik awal korban diberhentikan sampai di tempat motor korban dibawa oleh pelaku.
"Kami juga sudah mencoba mencocokkan foto terduga pelaku ke korban. Masih belum mendapatkan titik terang," kata Rizka saat ditemui pada Minggu (31/7/2022).
Dikatakannya, pihaknya memang sudah menerima laporan tiga titik aksi dugaan perampasan dengan modus yang sama. "Sudah kami terima (laporan dugaan perampasan). Sampai saat ini, laporan yang masuk di Polsek Cimahi dan Polres (Cimahi) itu ada 3," ungkapnya.
Ia pun memberikan pesan kepada masyarakat yang mengalami hal serupa agar menolak proses pengambilan sepeda motor oleh pihak yang mengaku sebagai debt collector jika tidak mebawa surat perintah pengambilan motor serta lokasi pengambilan motor tidak dilakukan di kantor leasing yang bersangkutan.
"Penarikannya (kendaraan) juga harus ada kesepakatan antara kedua pihak, pemilik dan leasing, kemudian dilakukan di kantor cabang leasingnya. Kalau tidak bersepakat itu jadi kategori perampasan, jadi masyarakat boleh menolak," tegas Rizka.
Rizka juga mengatakan jika saat berkendara masyarakat merasa dibuntuti sampai diberhentikan oleh pihak yang mengaku debt collector, bisa langsung mengarahkan kendaraannya ke dalam area polres maupun polsek.
"Kami baik polsek dan polres selalu terbuka. Jadi bisa silakan merapat ke polres dan polsek dan kami akan memberikan pertolongan jika berada dalam kondisi terancam," ucap Rizka.
Kontributor : Ferrye Bangkit Rizki
Berita Terkait
-
Komnas HAM Ungkap Alasan Kertas Dilipat di Konpers Kasus Brigadir J, Publik Ngaku Tak Percaya dan Singgung Kasus KM 50
-
Pernikahan Bubar Karena Pengantin Wanita Dipermalukan Calon Suami dan Calon Ibu Mertua Karena Tidak Good Looking
-
7 Tahun Menikah, Curhat Pilu Suami Temukan Hard Disk, Istri Ternyata Masih Simpan Foto dengan Mantan Pacar
-
Sikap Santun Bocah kepada Pengendara Mobil Tuai Pujian Warganet
-
Paket COD Nyasar Hampir 70 Kali Gegara Tetangga Salah Tulis Alamat, Pas Ditegur Malah Tak Terima dan Fitnah
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Penyisiran 3 Kilometer Hingga Jembatan Rancamulya, Tim SAR Temukan Korban Terakhir Ciherang
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
Aset Perusahaan Laku Terjual, Tapi Pesangon Eks Karyawan PT TML Sukabumi Tak Kunjung Cair
-
Garis Kuning Terpasang! Praktik Tambang Emas Ilegal di Cibitung Akhirnya Disikat
-
Usut Suap Lahan Tapos, KPK Cecar Pejabat MA Soal 'Jual Beli' Mutasi Hakim PN Depok