SuaraJabar.id - Kasus meninggalnya anak berusia 7 tahun, Amira akibat gizi buruk di Cianjur menjadi tanda tanya dari Dinas Kesehatan (Dinkes). Hal dikarenakan ibu korban, Ipah Masripah (23) bekerja sebagai buruh di PT Pou Yen, namun tidak memiliki BPJS Kesehatan.
“Seharusnya sih punya BPJS ya kalau buruh pabrik, tapi saya tidak tahu persis regulasinya,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzi mengutip dari Ayobandung--jaringan Suara.com
Orang tua Amira bekerja sebagai buruh pabrik di PT Pou Yen yang berlokasi di Jalan Raya Bandung, Kecamatan Sukalayu, Kabupaten Cianjur.
“Saya dapat informasi tersebut dari Kepala Puskesmas Mande yang menangani Amira,” ucap Irvan.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Cianjur, Endan mengatakan, seharausnya setiap buruh pabrik harus mendapatkan BPJS ketenagakerjaan dan juga kesehatan.
“Kalau memang terbukti tidak memiliki BPJS kesehatan salah satu karyawan pabrik itu, maka bisa dilaporkan ke pengawas di Provinsi Jabar,”
Sebelumnya, Amira hembuskan nafas terakhir di ruang ICU RSUD Sayang Cianjur, Rabu, 10 Agustus 2022. Amira berasal Kampung Singareret RT 03/03, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur itu dinyatakan gizi buruk karena berat badannya yang hanya 4 kilogram.
Dehidrasi parah, dan adanya penyakit penyerta infeksi paru-paru membuat kondisi Amira tak kunjung membaik.
Baca Juga: Soal Bayi Gizi Buruk Meninggal Dunia, Bupati Cianjur Sebut Kesadaran Kesehatan Masyarakat Minim
Berita Terkait
-
Soal Bayi Gizi Buruk Meninggal Dunia, Bupati Cianjur Sebut Kesadaran Kesehatan Masyarakat Minim
-
Pasien Sering Pindah Rumah, Pemkab Bogor Kesulitan Tangani Kasus Anak Gizi Buruk
-
Innalillahi, Bayi Penderita Gizi Buruk di Cianjur Meninggal Dunia saat Jalani Perawatan
-
Wah, KOPMAS Temukan Data Gizi Buruk dan Stunting tidak Sesuai Fakta Lapangan
-
Tantangan Hari Anak Nasional: Gizi Buruk Hingga Pendidikan Tertinggal Masih Terjadi di Asmat
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Geger! Pegawai Rutan Depok Pesta Sabu dengan Warga Binaan
-
Polres Cianjur Ungkap Kasus Perdagangan Tiga Siswi SMA, Dua Pelaku Ditangkap
-
Kritik Pernyataan Denny Indrayana Soal Pendidikan Gibran, Grace Natalie: Jangan Bodohi Publik!
-
6 Fakta Sapi Madura Berkaki Enam Juara Kontes APPSI Piala Presiden 2026
-
BRI dan KPK Hadirkan Pelatihan Calon Penyuluh Antikorupsi 2026