- Wakil Kepala BGN Nanik S Deyang menyampaikan pesannya ke Wakil Bupati Purwakarta.
- Nanik ingin nasib pekerja keramba jaring apung menjadi pengusaha ikan di Waduk Cirata.
- Nantinya, hasil budi daya ikan dari keramba akan ditampung di dapur-dapur SPPG.
SuaraJabar.id - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang meminta Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hafidin untuk mengubah nasib para pekerja keramba jaring apung di Waduk Cirata.
Nanik menyatakan para pekerja ini harus kembali menjadi pemilik dan pengusaha karamba jaring apung lagi. Hasil budi daya ikan dalam karamba jaring apung mereka akan ditampung di dapur-dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Waduk ini punya negara, maka kembalikanlah orang-orang yang sekarang ini hanya menjadi pekerja karamba ini menjadi pemilik… pemilik tempat ini…," kata Nanik saat berkunjung ke salah satu rumah karamba jaring apung yang dihuni Asep dan keluarganya, di tengah-tengah perairan Waduk Cirata, Purwakarta, Jawa Barat.
Bertani ikan di karamba jaring apung di perairan seperti di Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur memang tidak mudah.
Petani ikan harus mempersiapkan modal sekitar 20 hingga 30 juta saat memulai musim tanam ikan. Sebagian besar modal digunakan untuk membeli pakan ikan yang harganya fluktuatif.
Panen mereka rata-rata 3 bulan hingga 6 bulan sekali.
"Sekarang harga jual dengan harga pakan itu, mahal, Bu… beda jauh… Jadi ada ketimpangan di situ…," kata Asep, seorang pekerja karamba.
Faktor alam juga bisa menjadi kendala. Pada saat musim angin dan terjadi upwelling, atau pembalikan air pada saat pergantian musim, sisa-sisa pakan dari dasar danau yang terutama mengandung Sulfur Oksida (SO2) akan terangkat naik, dan dapat meracuni ikan di dalam keramba jaring apung yang tidak bisa lari.
"Kalau ada balikan air seperti itu, ikan-ikan mati semua, dan kami rugi," kata Asep pula.
Pertengahan 2025 lalu, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jawa Barat mencatat bahwa di perairan Waduk Cirata terdapat 86.437 keramba jaring apung.
Jumlah keramba jaring apung itu dinilai melebihi daya dukung waduk, sehingga menyebabkan pencemaran akibat pakan ikan yang masuk ke perairan. Menurut mereka, jumlah karamba jaring apung yang sesuai daya dukung waduk sebanyak 21.792 buah.
Menurut Wakil Bupati Purwakarta Abang Ijo Hafidin, semula karamba jaring apung itu dimiliki warga setempat.
Namun, ketika usaha mereka merugi karena kematian ikan secara massal, harga pakan mahal, dan kekurangan modal, mereka lalu menjual keramba jaring apung mereka kepada para tauke pemilik modal.
"Setelah dijual, mereka yang semula memiliki karamba ini, kemudian menjadi kulinya," kata Abang Ijo.
Mendengar penjelasan Wakil Bupati tentang nasib para petani ikan itu, Nanik tampak sedih. Sebab semula ia mengira, para petani ikan yang sedang asyik bekerja memberi makan ikan di keramba-keramba jaring apung di perairan Waduk Cirata itu adalah pemilik karamba.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
-
Swasta Diimbau Ikut WFH, Tak Ada Sanksi Menanti
Terkini
-
Pantauan Terkini: Rumah Ono Surono Sepi Usai Digeledah KPK, Hanya Ada Toyota Hardtop
-
BRI Lewat Program Desa BRILiaN Sukses Dorong Ekonomi Lokal Desa Pajambon Kuningan
-
KPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono Terkait Kasus Suap Bupati Bekasi
-
Tebang Pilih? Gurandil Kecil Ditahan Polda Jabar, Pemilik Lubang Tambang Besar Tak Tersentuh
-
Misteri di Balik Kamar Vila Garut: Rohaimin Berpulang dalam Sunyi, Uang Rp15 Juta Masih Utuh