- Fraksi Rakyat mendesak penghentian anggaran pembangunan Masjid Al Afghani di Sukabumi karena dinilai tidak efisien dan mencederai keadilan.
- Proyek yang menerima dana APBD sebesar Rp3,5 miliar sejak 2021 hingga 2022 tersebut belum layak digunakan hingga pertengahan 2026.
- Pihak Fraksi Rakyat menuntut transparansi pemerintah serta mendesak aparat penegak hukum segera melakukan audit atas dugaan penyimpangan anggaran tersebut.
SuaraJabar.id - Pembangunan Masjid Al Afghani di Kampung Cisayar RT 007/RW 008, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, menuai kritik keras.
Forum Aktivis Sukabumi untuk Rakyat (Fraksi Rakyat) mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi untuk segera menghentikan pengalokasian anggaran bagi proyek tersebut karena dinilai tidak efisien dan mencederai rasa keadilan di tengah masyarakat.
Ketua Fraksi Rakyat, Rozak Daud, menyoroti ketimpangan antara besarnya anggaran yang dikucurkan dengan progres pembangunan di lapangan yang hingga kini belum kunjung tuntas.
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek pembangunan Masjid Al Afghani tercatat telah menerima kucuran dana dari APBD Kabupaten Sukabumi sebanyak dua kali, yakni pada tahun anggaran 2021 dan 2022. Total dana yang telah terserap mencapai angka fantastis, yakni Rp3,5 miliar.
Namun, yang menjadi persoalan besar adalah hingga pertengahan tahun 2026, bangunan fisik masjid tersebut dinilai belum layak digunakan secara fungsional oleh jemaah. Rozak menilai hal ini sebagai bentuk kegagalan perencanaan dan pengelolaan anggaran daerah.
“Kita harus malu terhadap masyarakat. Hingga saat ini, kondisi bangunan masih belum layak digunakan secara maksimal, padahal dana yang masuk sudah miliaran rupiah,” ujar Rozak Daud dilansir dari SukabumiUpdate -jaringan Suara.com, Minggu (17/5/2026).
Menurut Rozak, anggaran miliaran rupiah yang "terkunci" di satu titik tersebut mencederai rasa keadilan. Ia mengalkulasi bahwa dana Rp3,5 miliar seharusnya bisa menyentuh ratusan masjid jami di pelosok Sukabumi yang kondisinya memprihatinkan.
“Bayangkan saja kalau Rp3,5 miliar digunakan untuk membantu pembangunan masjid jami di kampung-kampung, bisa menyelesaikan 300 sampai 400 masjid dengan nilai bantuan yang variatif. Ini lebih maslahat dan manfaat dibanding membangun satu masjid tetapi tidak ada faedahnya dengan menghamburkan uang,” tuturnya.
Lebih jauh, Fraksi Rakyat mencium adanya dugaan relasi kuasa yang membuat Pemkab begitu "royal" menggelontorkan anggaran untuk proyek Masjid Cisayar. Rozak meminta pemerintah memberikan penjelasan transparan kepada publik mengenai urgensi dan alasan teknis di balik membengkaknya biaya tersebut.
Baca Juga: Kisah Nenek Ikah di Sukabumi, Selamat dari Dentuman Mencekam Saat Hendak Salat Magrib
“Jangan karena relasi kuasa sehingga pemerintah begitu gampang menganggarkan sesuatu yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Pemerintah harus memberikan alasan yang tepat dan dimengerti publik kenapa untuk satu masjid itu harus menelan anggaran miliaran rupiah, bahkan ada rencana dianggarkan lagi,” ungkapnya.
Mengingat polemik ini sudah menjadi konsumsi publik, Rozak mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk turun tangan melakukan audit atau pemeriksaan terhadap penggunaan anggaran pembangunan Masjid Cisayar.
“Masalah ini sudah jadi isu yang bergulir ke publik, penegak hukum jangan diam. Karena diamnya penegak hukum atas masalah ini, rakyat akan ragu dengan integritas penegak hukum,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Kisah Nenek Ikah di Sukabumi, Selamat dari Dentuman Mencekam Saat Hendak Salat Magrib
-
Resmi Tersangka! Polri Cek Status WNI Naturalisasi Syekh Ahmad Al Misry ke Otoritas Mesir
-
Jalur Sukabumi Utara Padat Sabtu Siang: Imbas Akhir Pekan dan Bubaran Pabrik
-
Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol
-
Tol Bocimi KM 72 Longsor! Jalur Arah Bogor dan Jakarta Ditutup Sementara
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Telan Rp3,5 Miliar tapi Mangkrak, Proyek Masjid Al Afghani Sukabumi Didesak Stop
-
Sebelum Bangun Jalan Khusus, Dedi Mulyadi Evaluasi Total Nasib Tambang di Bogor
-
Tega Lakukan Kekerasan Seksual, Anak Tiri di Cirebon Laporkan Ayah Sambung ke Polisi
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026