- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunda proyek jalur khusus tambang di Kabupaten Bogor untuk melakukan evaluasi mendalam.
- Pemerintah meninjau keberlanjutan cadangan material serta dampak sosial ekonomi bagi masyarakat sekitar setelah aktivitas pertambangan berakhir nanti.
- Gubernur mewacanakan skema pembagian pajak tambang sebesar 70 persen untuk desa lokasi tambang guna menciptakan pembangunan yang berkeadilan.
SuaraJabar.id - Rencana pembangunan jalan khusus angkutan tambang di wilayah barat Kabupaten Bogor kini memasuki babak baru. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), menegaskan komitmennya untuk mengambil langkah hati-hati dan tidak terburu-buru dalam mengeksekusi proyek infrastruktur strategis tersebut.
KDM menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat saat ini tengah melakukan kajian mendalam untuk mengevaluasi keberlanjutan aktivitas pertambangan di wilayah tersebut sebelum memutuskan kelanjutan pembangunan jalur khusus.
Menurut Dedi Mulyadi, pembangunan jalan khusus tambang tidak bisa hanya dipandang dari kacamata infrastruktur semata. Aspek krusial yang menjadi parameter utama adalah kepastian cadangan material tambang dan seberapa lama usaha tersebut dapat bertahan di masa depan.
"Khusus jalan tambang, kita lihat progresnya. Pertama ketersediaannya, dan kemudian bukan hanya persoalan jalan khusus tambangnya, tambangnya kan kita lihat dulu apakah masih akan ada keberlangsungan atau tidak," ujar Dedi Mulyadi dilansir dari Antara, Minggu (17/5/2026).
Langkah ini diambil guna menghindari risiko pembangunan infrastruktur yang sia-sia jika di kemudian hari cadangan tambang ternyata menipis atau justru harus ditutup karena alasan lingkungan.
Selain teknis ketersediaan material, Pemprov Jabar juga memberikan atensi khusus pada aspek sosial. KDM ingin memastikan keberlanjutan kehidupan masyarakat setelah aktivitas eksploitasi alam di Bogor Barat berakhir.
"Kalau masih ada keberlangsungan, berapa luasnya? Kemudian yang berikutnya adalah setelah tambang itu, apa yang akan dilakukan untuk kehidupan masyarakatnya? Ini yang lagi kita rumuskan sehingga menjadi tepat," tambahnya.
Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan Gubernur Jabar tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kemacetan saat ini, tetapi juga pada mitigasi risiko ekonomi dan lingkungan jangka panjang.
Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi melontarkan wacana revolusioner terkait pengelolaan pendapatan daerah dari sektor tambang. Ia ingin menerapkan skema pembagian pajak yang lebih adil bagi wilayah terdampak, khususnya bagi pemerintahan desa.
Baca Juga: Sebelum Bangun Jalan Khusus, Dedi Mulyadi Evaluasi Total Nasib Tambang di Bogor
"Rencana di saya, pajak tambang itu harus 70 persen kembali ke desa di mana tambang itu dilakukan. Jadi saya ingin membangun yang berkeadilan," tegas KDM.
Berita Terkait
-
Sebelum Bangun Jalan Khusus, Dedi Mulyadi Evaluasi Total Nasib Tambang di Bogor
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
Jaro Ade Ingatkan Dampak Serius Hentikan Tambang: Harga Material Bisa Melonjak 50 Persen
-
Dedi Mulyadi Targetkan Jalur Puncak II Bisa Digunakan Masyarakat Tahun 2027
-
6 Fakta Wacana Pajak Kendaraan Dihapus di Jabar: Ganti Sistem Jalan Berbayar ala Dedi Mulyadi
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Ada Tato Wajah Tersangka dan Tulisan 'Love Topik TH' di Tubuh Korban Penyekapan, Ini Kata Polisi
-
Heboh Asap di Tambang Bawah Tanah Pongkor, PT Antam Pastikan Seluruh Pekerja Aman
-
Luka Parah hingga ke Kaki, Pemulihan Korban Penyekapan Taufik Hidayat Butuh Waktu Setahun
-
PSEL Bogor: Solusi Energi Bersih vs Kekhawatiran Warga Kayumanis
-
BRI Peduli Siapkan PMI Cirebon Jadi Penggerak Ekonomi Lokal Usai Berkiprah di Luar Negeri