SuaraJabar.id - Kasus harian COVID-19 di Jawa Barat menjadi yang tertinggi kedua di Indonesia, yakni 1.071 kasus.
Data tersebut berdasarkan laporan dari Satuan Tugas Penanganan COVID-19. angka kasus COVID-19 harian di Indonesia pada Rabu (17/8/2022) siang mencapai 5.263 kasus.
Provinsi dengan kasus hariab COVID-19 sendiri diduduki oleh DKI Jakarta dengan 2.404 kasus baru kemudian diikuti oleh Jawa Barat dengan 1.071 kasus baru, Banten dengan 654 kasus baru, Jawa Timur dengan 388 kasus baru, dan Bali dengan 134 kasus baru.
Dengan tambahan 5.263 kasus pada Rabu (17/8/2022) siang, jumlah akumulatif kasus COVID-19 di Indonesia sejak kasus pertama diumumkan pada Maret 2020 sampai sekarang seluruhnya 6.297.484 kasus.
Penderita COVID-19 yang sudah sembuh pada Rabu siang bertambah 4.324 orang menjadi total 6.087.056 orang dengan tambahan paling banyak berasal dari DKI Jakarta (2.141 orang) disusul Jawa Barat (930 orang), Jawa Timur (408 orang), Banten (394 orang), dan Bali (127 orang).
Jumlah warga yang meninggal dunia akibat infeksi virus corona tipe SARS-CoV-2 tercatat bertambah 19 orang menjadi total 157.296 orang.
Penderita COVID-19 yang masih menjalani karantina dan perawatan tercatat bertambah 910 orang menjadi total 53.132 orang. Selain itu ada 5.163 orang yang masuk dalam kategori suspek COVID-19.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan pada 85.180 spesimen di jaringan laboratorium di seluruh Indonesia, angka positivity rate spesimen harian 11,4 persen dan angka positivity rate orang harian sebesar 13,79 persen. Angka positivity rate merupakan perbandingan jumlah kasus positif COVID-19 dengan jumlah pemeriksaan yang dilakukan.
Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan bahwa Indonesia sudah memiliki modal imunitas yang jauh lebih baik memasuki tahun ketiga pandemi COVID-19.
Baca Juga: Sebut Nilai PBB di DKI Paling Tinggi, Anies : Kami Tak Ingin Warga Jakarta Terusir
Menurut hasil survei serologi ketiga yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan dan Tim Pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, sebanyak 98,5 persen populasi di Indonesia telah memiliki kekebalan terhadap COVID-19.
Namun, Dicky mengingatkan bahwa pandemi belum sepenuhnya usai. Oleh karena itu, kegiatan pemeriksaan, pelacakan, dan penanganan kasus serta kampanye penerapan protokol pencegahan COVID-19 harus terus dilakukan untuk menekan penularan penyakit itu. [Antara]
Berita Terkait
-
Dari Lapas Sukamiskin ke Cibinong, Mengapa Kasus Kamar Mewah Napi Terus Berulang?
-
Berharap Hujan Segera Turun, Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta Gunakan 1 Ton Garam Bubuk
-
DPRD DKI Dorong Subsidi Pangan Jadi Saldo Digital ala New York, Warga Bebas Pilih Bahan Pangan!
-
Jenazah ABK Arupadhatu 1 Dimakamkan, 7 Korban Masih Hilang
-
Sidak Ombudsman Ungkap 11 Rumah Dinas di Lapas Cibinong
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI
-
Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa
-
Boni Hargens Soroti Sinergi Polri dan Ulama untuk Menjaga Persatuan Bangsa
-
Terminal Kalipucang Pangandaran Memprihatinkan, Atap dan Plafon Rusak
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga