SuaraJabar.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyebut program bus bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan kontribusi nyata untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi demi meminimalisir kemacetan.
Kabid Angkutan dan Sarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Asep Kurnia mengatakan permasalahan kemacetan tak terhindarkan karena pertumbuhan penduduk. Untuk itu solusi menangani kemacetan perlu dimulai dari ASN.
"Efisiensi ruang jalan ini diharapkan akan mengurangi dampak kemacetan yg terjadi pada pagi dan sore hari," kata Asep di Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/9/2022).
Menurut dia, bus untuk ASN itu bakal menggunakan bus Trans Metro Bandung (TMB) yang sudah tidak beroperasi dan bus sekolah yang sudah tidak aktif. Meski begitu, menurut dia, bus sekolah dan bus TMB dan bus sekolah masih tetap beroperasi normal.
"Bus sekolah yang sudah tidak aktif digunakan dikarenakan penurunan operasi sebab adanya kebijakan peraturan zonasi," kata Asep.
Asep memastikan sejumlah rute TMB di Kota Bandung masih tetap beroperasi. Kemudian empat rute bus sekolah juga masih beroperasi dengan masing-masing satu bus di setiap rutenya.
Selain mengurangi kemacetan, para ASN yang beralih menggunakan bus itu nantinya dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan akan menciptakan lingkungan Kota Bandung lebih hijau, bersih, dan nyaman untuk ditinggali.
"Armada-armada ini akan dilakukan perbaikan agar laik jalan dan layak operasi," kata Asep. [Antara]
Berita Terkait
-
Penyebab Longsor Cisarua Dominasi Faktor Alam, Ahli Ungkap Ancaman Geologis Gunung Burangrang
-
Dedi Kusnandar Tinggalkan Bhayangkara FC, Balik ke Persib? Begini Kata Umuh Muchtar
-
Motif Asmara, Polres Metro Bekasi Bekuk Penculik Anak di Bus di Bandung
-
Persib Incar Joey Pelupessy? Bung Binder Bongkar Rahasia Transfer Mengejutkan Maung Bandung
-
Dulu Naik Ferrari di PSG, Kini Layvin Kurzawa Dibonceng Motor Matic ke Latihan Persib
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Tantangan Berat di Cisarua! Bima Arya: Material Longsor 20 Meter Persulit Evakuasi Korban
-
Di Balik Lumpur Pasirlangu, Dinamika Data dan Harapan Keluarga yang Belum Padam
-
Predator Anak Menghantui Cianjur: Polres Buka Posko Laporan, Diduga Korban Lebih dari 10 Orang
-
Gugatan Rumah Disita Picu Desakan OJK Telusuri Pola Kemitraan Asuransi
-
Bupati Karawang Tegaskan Moratorium Perumahan: Tak Ada Izin Baru Sampai Tata Ruang Beres