SuaraJabar.id - Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menyiapkan sejumlah truk air bersih sebagai langkah antisipasi mencegah bencana kekeringan saat musim kemarau.
Truk tangki tersebut digunakan untuk menyalurkan air bersih ke sejumlah lokasi yang mengalami kekurangan atau kesulitan air bersih.
"Truk tangki tersebut sudah kami siapkan untuk dioperasikan dalam operasi penyaluran air bersih ke sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi," kata Ketua PMI Kabupaten Sukabumi Hondo Suwito.
Menurut Hondo, pihaknya sudah melakukan pemetaan terhadap daerah rawan kekeringan dan kesulitan air bersih di Kabupaten Sukabumi baik di wilayah utara maupun selatan. Selain itu, dalam pelaksanaannya pihaknya sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi.
"Kami juga berkoordinasi dengan PMI Kota Sukabumi dalam penyediaan armada truk tangki untuk menyalurkan air bersih ke seluruh pelosok yang warganya kesulitan mendapatkan air bersih," katanya.
Ia mengatakan, ada beberapa titik di Kabupaten Sukabumi yang setiap musim kemarau warga kesulitan mendapatkan air bersih bahkan harus mencarinya hingga ke kecamatan lain seperti Kecamatan Bantargadung, Kalapanunggal, dan Palabuhanratu.
"Layanan penyaluran air bersih ini merupakan salah satu fokus kami dalam memberikan bantuan kepada masyarakat yang daerahnya kesulitan air bersih dan pelayanan ini diberikan secara gratis," katanya. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Ada AC dan TV, Angkot Renyah Ini Siap Manjakan Warga Sukabumi
-
Mengadu ke Hotman Paris Hutapea, Kasus Pelecehan Seksual di Sukabumi Langsung Ditangani Polisi
-
Sopir Ngantuk, Bus Parawisata Angkut Rombongan Guru dari Sukabumi Seruduk Pohon, Bagian Depan Ringsek
-
Sukabumi Menjadi Kota dengan Laju Inflasi Terendah di Jawa Barat
-
Terpopuler: Kondisi Stadion Si Jalak Harupat Pasca Ditinggal Persib, Pemandangan Mengerikan di Sukabumi
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi
-
Buntut Kasus Penganiayaan di Bandung, Dedi Mulyadi: Seluruh Kontrakan Wajib Terdaftar Online
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba