SuaraJabar.id - Sebanyak 6 bus rombongan petani asal Pangalengan atau Bandung Selatan menggeruduk kantor Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (27/9/2022).
Ada sekitar 300 petani yang hadir. Dari mulai anak-anak hingga lansia, mereka kebanyakan merupakan petani penggarap yang tak memiliki tanah sendiri. Kaun tani berunjuk rasa bersama buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) Bandung Raya, serta sejumlah kelompok pelajar dan mahasiswa.
Gabungan massa aksi yang berkumpul siang tadi, sejak sekitar 11.00 WIB, menamakan kelompoknya sebagai Komite Bersama Aksi Hari Tani Nasional. Mereka berorasi depan Gedung Sate dan sempat beraudiensi di dalam gedung tersebut. Namun, mereka gagal bertemu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Salah satu perwakilan petani, Ubus (77) mengatakan, keresahan yang mereka suarakan di antaranya soal harga jual produksi sayur yang rendah, sementara harga pupuk disebut melangit alias mahal. Pemerintah dianggap selalu gagal menghadirkan jaminan perlindungan harga jual bagi petani.
"Harapan kami tolong pemerintah itu melihat rakyat di desa yang tercekik, jangan duduk-duduk di kantor. Yang dirasakan oleh kaum tani sekarang ini sengsara. Tercekik," katanya kepada Suara.com di lokasi.
Di samping itu, Ubus juga mendesak agar Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan hak garap atas lahan garapan kepada petani penggarap secara mutlak, jangan sampai lahan-lahan tersebut malah direbut oleh tangan-tangan oknum perpanjangan pemerintah sendiri.
"Jangan diganggu-gugat rakyat yang menggarap aset provinsi ini. Jangan menggunakan polisi, preman, apalagi sekarang (kelompok petani) Pokja," katanya.
"Terjadi sekarang ini, oknum tidak bertanggung jawab, (kelompok petani) Pokja mengaku mensertifikasi tanah. Jadi bingung kami mau melawan Pokja gak bisa karena mereka itu kawan kita juga. Jadi, seperti diadu domba (sesama petani)," katanya.
Selain itu, isu kenaikan harga BBM juga turut mereka suara. Kenaikan tersebut dirasa makin mencekik perekonomian mereka.
Baca Juga: BBM Revvo 89 di SPBU Vivo Pasteur Bandung Ludes Usai Diserbu Warga
Sementara itu, perwakilan buruh, Slamet Priatno menegaskan, perjuangan buruh, tani, pelajar-mahasiswa, dan rakyat miskin kota lainnya adalah perjuangan bersama. Sebagai kelas tertindas, semua elemen harus mau padu dalam berjuang. Untuk itulah, katanya, buruh turut hadir dalam peringatan Hari Tani Nasional.
Mereka juga turut menyuarakan isu lain seperti penolakan terhadap Undang-undang Omnibuslaw, juga menuntut peningkatan kesejahteraan kaum buruh secara luas.
"Tidak bisa dilepaskan satu sama lain, kita kerap sama-sama tertindas oleh kebijakan pemerintah, kita kelas bawah yang terkena dampak. Kami sama, kelas tertindas, sama nasibnya," kata Slamet yang juga menjabat Ketua KASBI Bandung Raya.
Usung 12 Tuntutan
Diketahui, Hari Tani Nasional diperingati pada 24 September. Tanggal tersebut ditetapkan sebagai pengingat bahwa pada tahun 1960 di tanggal yang sama, Presiden Republik Indonesia Soekarno menetapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria.
Adapun, secara lengkap 12 tuntutan dari Komite Bersama Aksi Hari Tani Nasional pada tahun 2022 ini adalah sebagai berikut:
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- Harga Adidas Adizero Termurah Tipe Apa Saja? Ini 5 Varian Terbaiknya
Pilihan
-
Mencekam! SPBE di Cimuning Bekasi Terbakar Hebat, Langit Malam Berubah Merah
-
Buntut Polemik Suket Pendidikan Gibran, Subhan Palal Juga Gugat Pimpinan DPR-MPR
-
Tok! Eks Sekretaris MA Nurhadi Divonis 5 Tahun Penjara dan Wajib Bayar Uang Pengganti Rp137 Miliar
-
Aksi Tenang Nenek Beruban Curi TV 30 Inci di Jatinegara Viral, Korban Tak Tega Lapor Polisi
-
Panglima TNI: Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon Terima Santunan Miliaran dan Pangkat Anumerta
Terkini
-
Bekasi Mencekam! SPBE di Mustikajaya Meledak Hebat, Warga Berhamburan Mengungsi
-
Pantauan Terkini: Rumah Ono Surono Sepi Usai Digeledah KPK, Hanya Ada Toyota Hardtop
-
BRI Lewat Program Desa BRILiaN Sukses Dorong Ekonomi Lokal Desa Pajambon Kuningan
-
KPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono Terkait Kasus Suap Bupati Bekasi
-
Tebang Pilih? Gurandil Kecil Ditahan Polda Jabar, Pemilik Lubang Tambang Besar Tak Tersentuh