-
IPB University menutup tahun 2025 dengan prestasi gemilang, menempati peringkat ke-49 dunia bidang pertanian dan forestry, serta menjadi perguruan tinggi terbaik di ASEAN dan nasional pada berbagai kategori pemeringkatan bergengsi.
-
Di bawah kepemimpinan Rektor Alim Setiawan, IPB sukses memperkuat jejaring global melalui kolaborasi strategis dengan universitas elite dunia seperti Oxford dan Stanford guna fokus pada isu pangan serta perubahan iklim.
-
IPB menunjukkan komitmen inklusivitas tinggi dengan menyalurkan beasiswa 138 miliar rupiah bagi mahasiswa, serta menyediakan fasilitas kesejahteraan seperti makanan gratis dan layanan konseling untuk mendukung keberhasilan akademik seluruh sivitasnya.
SuaraJabar.id - Menutup lembaran tahun 2025, IPB University kembali membuktikan kelasnya sebagai institusi pendidikan tinggi papan atas yang tidak hanya jago kandang, tetapi juga disegani di kancah global.
Di bawah kepemimpinan Rektor IPB, Dr. Alim Setiawan, kampus yang identik dengan inovasi pertanian dan biosains ini menyampaikan refleksi akhir tahun yang penuh dengan capaian strategis.
Langkah IPB sepanjang tahun ini selaras dengan visi besarnya dalam Rencana Strategis (RENSTRA) 2024-2028, yaitu menjadi perguruan tinggi inovatif dan resilien untuk kemajuan bangsa yang berkelanjutan dalam membangun techno-socio entrepreneurial university yang unggul di tingkat global pada bidang pertanian, kelautan, dan biosains tropika.
Capaian IPB tahun ini layak diacungi jempol. Transformasi tata kelola dan riset yang konsisten membuahkan hasil manis dalam pemeringkatan internasional.
Dalam ajang bergengsi QS World University Ranking By Subject Agriculture & Forestry, IPB sukses menempati peringkat 49 Dunia dan 1 di ASEAN.
Tak berhenti di situ, pada pemeringkatan THE WUR Interdisciplinary Science yang baru saja dirilis, IPB menduduki posisi 42 Global dan menjadi yang terbaik alias 1 Nasional.
Dominasi ini diperkuat dengan sapu bersih penghargaan di dalam negeri. IPB meraih total 16 penghargaan di Anugerah Diktisaintek 2025.
Jumlah ini merupakan yang terbanyak secara nasional yang diraih oleh sivitas akademika IPB, baik level institusi maupun individu, mengalahkan perguruan tinggi lainnya di Indonesia.
Kualitas pendidikan di IPB didukung oleh SDM yang mumpuni. Tercatat, sebanyak 26,1 persen dosen telah meraih gelar Guru Besar/Profesor, dan 21 persen menempati posisi Lektor Kepala. Ini membuktikan bahwa lebih dari seperempat pengajar di IPB berada di puncak jenjang akademik.
Baca Juga: BP Taskin dan IPB Kebut Integrasi Data Desa Presisi Demi Hapus Kemiskinan Ekstrem
"Tahun 2025 juga menjadi landasan kuat bagi IPB untuk memperluas Global Engagement. Tidak main-main, mitra strategis yang digandeng adalah universitas top dunia seperti Stanford University, Oxford University, Peking University, hingga National University of Singapore (NUS). Kolaborasi ini fokus pada isu krusial masa depan seperti pangan, pertanian berkelanjutan, dan perubahan iklim," kata Dr. Alim.
IPB University menyadari bahwa akses pendidikan berkualitas adalah hak semua anak bangsa. Di tahun 2025, IPB menerima 9.662 mahasiswa baru dari 35 provinsi, di mana 20% di antaranya berasal dari Sumatera.
"Komitmen inklusivitas ini dibuktikan dengan kucuran dana beasiswa yang fantastis. Lebih dari Rp 138 miliar dana beasiswa telah disalurkan, menjangkau hampir 40 persen dari total populasi mahasiswa IPB," jelasnya.
Dia menambahkan, selain bantuan biaya pendidikan, kesejahteraan mahasiswa menjadi prioritas utama. IPB menghadirkan program yang sangat relate dengan kebutuhan mahasiswa rantau.
"Seperti kantin Sehat warung kita dan Food Bank. Program Buah dan Susu Gratis. Layanan Konseling Mahasiswa untuk kesehatan mental. 8.500 Akun Gratis untuk sertifikasi *micro-credential," pungkasnya.
Berita Terkait
-
BP Taskin dan IPB Kebut Integrasi Data Desa Presisi Demi Hapus Kemiskinan Ekstrem
-
PKL Simpang Bara Bakal Digeser ke Situ Babakan, Solusi Jitu Urai Macet Kampus IPB?
-
Bukan Sekadar Ijazah, Rektor Baru IPB Dr. Alim Setiawan Siapkan Mahasiswa Jadi Global Leader
-
3 Fakta Mengerikan di Balik 'Rudal Kayu' Banjir Bandang Sumatera Menurut Pakar IPB
-
Banjir Sumatera Bukan Murni Bencana Alam, Pakar IPB Sebut 'Pesan Kematian' dari Pembalakan Liar
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
-
Aksi Mahasiswa Dibatasi hingga UOB Plaza, Polda Metro Siagakan 9.242 Personel
-
Jelang Demo Mahasiswa Hari ini, 21 Orang Bawa Bom Molotov Ditangkap Polisi
Terkini
-
Kemendagri Dorong Integrasi ASRI dan PSEL untuk Persampahan Nasional Berbasis Kota Cerdas
-
Ditjenpas Jabar Ajukan Amnesti untuk 1.454 Narapidana, 1.100 Masuk Program Pendidikan Kebangsaan
-
Merah Putih Terangi Malam, Semangat Kemerdekaan Hadir dari Batavia hingga Tokyo Riverside
-
Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu
-
Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga