SuaraJabar.id - Luka akibat tragedi Kanjuruhan sepekan lalu masih berbekas bagi sepak bola nasional. Semua pihak termasuk para suporter tunjukkan rasa empati untuk para korban Kanjuruhan.
Bertempat di GOR Saparua, Kota Bandung, Sabtu (8/9), para bobotoh Persib dan sejumlah suporter lain gelar doa bersama untuk para korban Tragedi Kanjuruhan.
Mengutip dari AyoBandung--jaringan Suara.com, kegiatan ini bertajuk, "Dari Kami untuk Malang". Acara ini juga diikuti pemain Persib, Dedi Kusnandar hingga mantan pemain Persib Bandung seperti Adeng Hudaya, Sujana, Airlangga, Toni Sucipto dan pemain Persija Jakarta, Taufik Hidayat.
Bobotoh dan suporter yang hadir memulai acara dengan salat maghrib berjamaah dan dilanjutkan doa bersama. Semua yang hadir tampak khusyuk saat sesi doa bersama. Seluruh peserta mengadakan salat gaib berjamaah.
Usai doa bersama, diadakan sesi diskusi bersama perwakilan suporter dari beberapa tim di Indonesia. Dado, sapaan akrab Dedi Kusnandar dan Toncip pun turut bergabung. Misi perdamaian antarsuporter menjadi salah satu topik dalam diskusi tersebut.
Ebith Beat A, salah satu penggagas doa bersama mengatakan jika kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Bobotoh untuk saudara-saudara di Malang.
“Latar belakangnya adalah ketika kita semua bertemu dengan teman-teman semuanya mereka punya satu pemahaman, yaitu ingin melaksanakan doa bersama. Jadi, kami mengumpulkan semuanya, lalu ada satu ide yang sama dan harus kita realisasikan. Ini adalah kegiatan untuk kita semua, jadi judulnya 'Dari Kami untuk Malang',” ungkapnya.
“Dan tentunya ini merupakan panggilan hati dari teman-teman semuanya. Kita hanya berdoa dan saling mendoakan. Mudah-mudahan apa yang kita harapkan dalam doa Allah SWT bisa mengabulkan,” sambung Ebith.
Sementara itu, Dado berharap momen doa bersama tersebut menjadi awal persatuan dan perdamaian suporter di Indonesia.
Baca Juga: Fakta Kanjuruhan : Pengerahan Gas Air Mata Dilakukan Pada Pertengahan Babak
“Semoga hari ini menjadi titik awal semua bersatu. Rivalitas cukup 90 menit di lapangan saja dan di stadion kita tetap bisa duduk bersama suporter yang lain. Kita tetap bisa menikmati hiburan sepakbola dan bersatu untuk sepakbola Indonesia,” ucapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Fakta Kanjuruhan : Pengerahan Gas Air Mata Dilakukan Pada Pertengahan Babak
-
Cerita Nakes Tolong Anak Sambil Dipukuli Polisi Di Kanjuruhan
-
Tragedi Kanjuruhan Dinilai Kejahatan Terstruktur, Polisi Bersenjata Gas Air Mata Dikerahkan di Pertengahan Babak Kedua
-
Suporter Borussia Dortmund Dukung Pengusutan Tragedi Kanjuruhan secara Adil, Netizen: Danke!
-
Doa Bobotoh Menggema di Gor Saparua, Sepekan Tragedi Kanjuruhan
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
-
Jokowi Pamer Ijazah di Depan Mukanya, Roy Suryo Ketawa Ngakak
-
Relawan Jokowi Padati PN Jaktim, Joget-Joget dan Bawa Poster Sindiran untuk Roy Suryo
-
Jokowi Bantah Roy Suryo di Sidang: Di Skripsi Saya Tak Ada Tulisan 'Tesis'
Terkini
-
Menteri Riefky Mabar Bareng Anak SD di Bojonggede, Game Sambal Siap Mendunia
-
Dua Jasad Korban Mutilasi Madiun Teridentifikasi, Keluarga Terbang ke Bogor Antar Pemakaman
-
SEG Restorasi 325 Hektare Hutan Halimun Salak, 120 Ribu Pohon Bakal Ditanam
-
Ponsel Kanselir Jerman Ikut Disadap, Hubungan Dua Negara Memanas
-
KONI Jabar Evaluasi Pembinaan Atlet Lewat Porprov XV 2026, Bidik PON 2028