SuaraJabar.id - Tahun ini Kabupaten Karawang merupakan daerah dengan nilai investasi terbesar di Jawa Barat. Catatan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Karawang, nilai realisasi invetasi triwulan III 2022 telah mencapai Rp10,4 triliun.
Kondisi ini membuat kabupaten Karawang disebut-sebut sebagai daerah industeri terbesar di Jawa Barat. Daerah Karawang masih sangat diminati oleh para investor.
Catatan nilai realisasi triwulan III 2022 yang mencapai Rp10,4 triliun membuat Karawang jadi tertinggi se-Jawa Barat dan berhasil geser posisi investasi di Bekasi yang pada triwulan III 2022 mendapat Rp7,8 triliun.
Capaian nilai realisasi investasi ini bukan tanpa sebab. Pihak Pemkab Karawang membangun segala infrastruktur yang menarik minta investor.
Jalur transportasi misalnya menjadi salah satu daya tarik investor datang ke Karawang. Pun dengan proyek berskala strategis nasional di sejumlah wilayah Karawang.
Infrastruktur yang cukup lengkap di Karawang membuat daerah berjuluk Lumbung Padi ini tiap tahunnya memang mengalami kenaikan investasi.
Pada 2019 sebelum COVID-19, capaian investasi di Karawang mencapai Rp24,29 triliun. Namun sempat mengalami penurunan 31,12 persen pada 2020 karena pandemi COVID-19. Sepanjang tahun 2020, realisasi investasinya hanya mencapai Rp16,73 triliun.
Selanjutnya, investasi mulai naik pada 2021, bahkan melampaui capaian investasi pada tahun 2019, dengan realisasi mencapai Rp26,63 triliun atau naik 59,17 persen dibandingkan tahun 2020.
Menjaga Lumbung Padi dari Bangunan Beton
Baca Juga: Resmikan Dojo untuk SMK Lentera Bangsa di Karawang, Daihatsu Dukung Pendidikan di Indonesia
Kenaikan nilai investasi di satu sisi memang sangat menguntung Kabupaten Karawang. Namun sisi lainnya, apakah di tengah laju investasi ini, Karawang masih mampu menjaga julukannya sebagai Lumbung Padi?
Alasannya saat ini area persawahan semakin terhimpit dengan bangunan beton sektor industri. Lahan industri di Karawang luasnya mencapai mencapai 13.718 hektare atau 7,85 persen dari luas wilayah Karawang.
Lahan industri itu tersebar di sejumlah kecamatan dengan kategori kawasan industri, seperti di Kecamatan Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Ciampel, Klari, dan Cikampek.
Selain itu Pemkab Karawang juga kembangkan kegiatan industri di bagian selatan seperti di wilayah Kecamatan Klari, Cikampek, Telukjambe Barat, Telukjambe Timur, Purwasari, Karawang Timur, Jatisari, dan Kecamatan Pangkalan.
Faktanya di area-area yang akan dikembangkan sebagai sektor industri ini juga masih terdapat area persawahan dan berpotensi tergusur oleh bangunan beton.
Rasa khawatir tentu ada di masyarakat Karawang yang masih bergantung pada sektor pertanian. Apalagi, kekinian Pemkab tengah berencana merevisi Peraturan Daerah tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang dikhawatirkan banyak kalangan akan menampung keinginan pengusaha untuk pengembangan industri.
Berita Terkait
-
Resmikan Dojo untuk SMK Lentera Bangsa di Karawang, Daihatsu Dukung Pendidikan di Indonesia
-
Nekat Banget! Pria di Karawang Jadi Maling Buat Modal Nikah, Begini Aksinya
-
Miris! Ada Rumah Roboh di Kranjan Karawang Belum Tersentuh Bantuan Pemerintah
-
Layanan SIM Keliling Karawang Kamis 3 November 2022 Ada di Dua Lokasi Ini
-
Warga Karawang Cek Dulu Prediksi Cuaca Kamis 3 November 2022
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
Aset Perusahaan Laku Terjual, Tapi Pesangon Eks Karyawan PT TML Sukabumi Tak Kunjung Cair
-
Garis Kuning Terpasang! Praktik Tambang Emas Ilegal di Cibitung Akhirnya Disikat
-
Usut Suap Lahan Tapos, KPK Cecar Pejabat MA Soal 'Jual Beli' Mutasi Hakim PN Depok
-
5 Poin Penting di Balik Kasus Jual Beli Jabatan ASN Bogor, Kini Dilimpahkan ke Polisi