SuaraJabar.id - Netizen menyebut FA (24) yang baru saja ditangkap polisi lantaran diduga sebagai pembunuh Mahasiswa Unpad di Bandung pernah membuat heboh jagat maya melalui aksi percobaan bunuh diri.
FA diduga merupakan sosok yang pernah sengaja menyalakan fitur live di Facebook-nya untuk merekam detik-detik ketika ia nekat menabrakkan diri.
"Astgaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa Rizk***** yaampun kmrin nabrak avanza, lah ini skrg parah bgtttttt astga," tulis seorang netizen di dinding akun Facebook yang diduga milik FA.
Dari video yang sempat beredar, tampak pemuda itu sedang mengendarai sepeda motor dengan kecepatan cukup tinggi. Hingga ia tiba-tiba meningkatkan kecepatannya dan sengaja menabrak kerumunan mobil di salah satu persimpangan jalan.
Mirisnya lagi, hal ini konon sengaja FA lakukan dalam rangka ingin menghabisi nyawanya sendiri.
Hingga saat ini belum diketahui apakah FA yang merupakan terduga pembunuh Mahasiswa Unpad bernama Corrida Athoriq adalah sosok yang sama dengan FA yang viral pada akhir September 2022 lalu. Suara.com masih mencoba meminta keterangan dari kepolisian mengenai dugaan itu.
Sebelumnya diberitakan, polisi menyatakan telah mengamankan terduga pelaku penusukan terhadap seorang mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) bernama Corrida Athoriq di Perumahan Gading Tutuka Residen 2, Desa Ciluncat, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung.
Terduga pelaku berinisial FA berusia 24 tahun. Terduga pelaku pembunuhan mahasiswa Unpad itu ditangkap di kediamannya, Kampung Los Dago, Kelurahan Coblong, Kecamatan Dago, Kota Bandung.
Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo mengatakan, pelaku diamankan pada Jumat pukul 14.30 WIB. Ia diamankan saat berada di rumah orang tuanya di dago.
Terkait atribut driver ojek online atau ojol yag digunakan pelaku pada saat kejadian, ia mengatakan pelaku membelinya dari ecommerce. Pelaku kata dia, sempat mencoba menghilangkan barang bukti tersebut.
"Namun berhasil kita amankan barang buktinya, berupa sepeda motor, senjata tajam yang dibeli melalui tokopedia, dan jaket ojek online yang dia beli di (e-commerce)," katanya.
Pelaku sendiri dijerat dengan pasal berlapis, di antaranya pasal 340 pembunuhan berencana, subsider pasal 338 pembunuhan, dan atau pasal 351 ayat 3 penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya seseorang.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan