Tangkapan Layar Kericuhan Ganggu Ruas Jalur Indramayu-Cirebon [Instagram]
SuaraJabar.id - Viral di media sosial yang memperlihatkan adanya kericuhan di wilayah Kapetakan membuat jalur Indramayu-Cirebon terganggu.
Video viral tersebut diunggah akun instagram @infojawabarat. Dalam keterangannya, bagi warga yang hendak ke arah Kota Cirebon agar tidak melintas jalur Karangampel-Gunung Jati.
Hal tersebut dikarenakan adanya pengambilan nomor urut bagi para calon kuwu.
"Pengambilan nomor urut calkuwu dilakukan di balai desa Kapetakan dan serentak desa desa lainnya di kabupaten Cirebon," dikutip dari keterangan instagram tersebut.
Namun dalam kegiatan Senin (18/9/23) siang ini tiba-tiba berujung ricuh hingga massa saling lempar batu.
Aparat kepolisian terlihat tengah berusaha membubarkan kerumunan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Sudah Kehilangan Anak, Ibu Kandung di Sukabumi Kini Diteror dan Diancam Diam
-
Rumah Anggota DPRD Wawan Hikal di Puncak Nyaris Dibobol Maling Jelang Sahur
-
Banjir Karawang Bukan Sekadar Faktor Alam, Dedi Mulyadi Soroti Kualitas Tanggul yang Seadanya
-
Kunjungi Ponpes Fathul Ma'ani, Momen Kaesang Pangarep Main Kuis dengan Santri
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung, Sukabumi dan Purwakarta Jumat 27 Februari 2026