SuaraJabar.id - Kondisi siswa SMP korban bully di Cilacap akhirnya diungkap ke publik. Hal ini nampak ketika dirinya menerima kunjungan dari pihak berwajib beberapa waktu yang lalu.
Video kondisi korban bully di Cilacap ini diunggah ke X oleh akun @Pai_C1. Dalam unggahan tersebut, korban sedang menerima perawatan intensif di Rumah Sakit Margono Purwokerto.
Berdasarkan keterangan unggahan, korban bully di Cilacap yang dilakukan oleh pelaku yang adalah sesama siswa ini mengalami sejumlah luka serius.
Dirinya memiliki luka dalam yang membuat tulang rusuk kelimanya patah. Selain itu, abses urat saraf leher juga mengalami masalah serupa.
Beruntung, untuk serpihan tulang rusuk yang patah tidak menembus paru-paru. Korban bully di Cilacap ini juga tidak perlu melakukan operasi dan hanya membutuhkan perawatan intensif.
"Kabar baik korban perundungan Cilacap. Kondisi sudah stabil dan membaik di RS Margono Purwokerto. Luka dalam, tulang rusuk ke-5 patah, abses urat saraf leher. Patahan rusuk tidak menembus paru-paru, jadi tidak perlu operasi hanya perawatan intensif" tulis akun tersebut.
Dalam video tersebut nampak korban bully di Cilacap ini mendapat kunjungan dari pihak berwajib. Meski terbaring lemas, dirinya nampak sudah bisa tersenyum ketika berbincang dengan para pengunjung.
Sebelumnya, siswa SMP menjadi korban bully di Cilacap. Hal ini diketahui dari rekaman video yang beredar di media sosial. Kini pelaku dari kasus tersebut sudah resmi ditahan oleh pihak berwajib.
Baca Juga: Korban Bullying Siswa SMP di Cilacap Masih Dirawat: Alami Patah Tulang Rusuk dan Luka di Kepala
Berita Terkait
-
Viral Pelaku Bully Murid SMP di Cilacap Minta Maaf, Warganet Nggak Sudi dan Tantang Duel
-
Persijap Jepara vs PSCS Cilacap, Duel Sengit Demi Kemenangan Perdana di Liga 2
-
Reaksi Orangtua Korban Bully Siswa SMP di Cilacap Ngamuk hingga Menjerit
-
Histeris! Ibu Korban Bullying di SMP Cimanggu Ngamuk Bertemu dengan Pelaku di Kantor Polisi
-
Video Kekerasan Anak SMP di Cilacap Kembali Muncul di TKP yang Sama, Ini Penjelasan Polisi
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Surati Bupati Tasikmalaya, Koalisi Masyarakat Sipil Tuntut Perlindungan Jemaat Ahmadiyah
-
Isak Tangis Ibu Kandung NS di Sukabumi: Minta Keadilan atas Kematian Tragis Anaknya
-
5 Poin Penting Ibu Tiri NS di Sukabumi Bantah Keras Tuduhan Kekerasan
-
Kabupaten Bogor Kembali Raih Opini WTP: Bukti Nyata Transparansi di Bawah Kepemimpinan Rudy-Ade
-
Ibu Tiri di Sukabumi Bantah Tuduhan: NS Meninggal Karena Sakit, Bukan Kekerasan