SuaraJabar.id - Relawan Kawanjuang GP yang merupakan relawan pendukung Ganjar Pranowo mengaku punya jurus jitu untuk mendongkrak elaktabilitas Ganjar Pranowo-Mahfud MD khususnya di wilayah Jawa Barat.
Koordinator kelompok relawan Kawanjuang GP, Benny Kurniadi mengatakan, Kawanjuang GP mempunyai program penguatan di masyarakat dengan melakukan kegiatan Indonesia Sehat secara berkala dan tidak terputus.
"Setidaknya apa yang kami lakukan ini merupakan harapan banyak masyarakat di Jabar," kata Benny dikutip dari Antara.
Benny juga menyebut Kawanjuang GP menjalankan program Indonesia Sehat dengan melakukan pemeriksaan kesehatan warga di daerah yang sulit mendapat akses layanan kesehatan.
Kata Benny, Kawanjuang GP juga melakukan kegiatan yang mudah dicerna oleh masyarakat seperti senam, jalan sehat dan pemeriksaan kesehatan.
"Kawanjuang GP terus melakukan kegiatan sampai lapisan paling bawah, tingkat RT, dengan melakukan kegiatan yang menyentuh masyarakat secara langsung," ungkap Benny.
Diketahui, hasil survei elaktabilitas Ganjar-Mahfud di basis pemilih seperti di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur cukup kuat.
Meski demikian, elektabilitas Ganjar-Mahfud bedasarkan data hasil survei kurang di tiga daerah yakni Jawa Barat Banten dan DKI Jakarta.
Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menerima pendaftaran tiga bakal pasangan capres dan cawapres untuk Pilpres 2024.
Baca Juga: Hasto PDIP Ungkit Sikap Jokowi Pernah Dukung Ganjar: Yang Menyebut Rambut Putih Siapa?
Ketiga pasangan calon itu yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo-Mahfud MD, serta Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Pasangan Anies-Muhaimin diusung oleh Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Ummat.
Sementara, pasangan Ganjar-Mahfud diusung PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Perindo, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).
Sedangkan, pasangan Prabowo-Gibran diusung Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Gelora.
Selanjutnya, ada juga Partai Garuda, dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), serta Partai Rakyat Adil Makmur (Prima) yang tidak lolos menjadi peserta Pemilu 2024.
KPU RI telah menetapkan masa kampanye pemilu mulai tanggal 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024, sementara pemungutan suara dijadwalkan pada tanggal 14 Februari 2024. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Pilkada Tanpa Wakil Kepala Daerah, Solusi Efisiensi atau Malah Berisiko?
-
Tanggapi Usulan Pilkada Tanpa Wakil, Ganjar Pranowo Desak DPR Segera Bentuk Pansus Pemilu
-
4 Pilihan Sepatu Lari Lokal Lycan, Ada yang Dipakai Ganjar Pranowo
-
Mahfud MD Klarifikasi Video Viral 'Reformasi Jilid 2' di Agustus Ini, Ini Fakta di Baliknya
-
Wamentrans Andalkan Tim Ekspedisi Patriot Bangun Pusat Ekonomi Baru di Kawasan Transmigrasi
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pulang Belanja Sayur Subuh Hari, Nenek 62 Tahun di Bogor Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Pembatas
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa
-
Gunakan Uang APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah dan Bayar Utang, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi
-
BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat