SuaraJabar.id - Bencana tanah longsor dan angin puting beliung terjang sejumlah wilayah di Sukabumi, Jawa Barat. Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, tidak ada korban jiwa pada bencana ini.
"Tidak ada korban jiwa pada kejadian bencana ini, hanya sejumlah rumah mengalami rusak ringan dan sedang serta terancam," kata Humas BPBD Kabupaten Sukabumi Sandra Fitria.
Meski tidak ada korban jiwa, bencana tanah longsor dan puting beliung berdampak kepada 140 jiwa.
Kondisi cuaca ekstrem dari data pihak BPBD menyebabkan satu rumah semi-permanen di Kampung Cikareo, RT-04/07, Desa/Kecamatan Parakansalak roboh.
Robohnya rumah yang dihuni dua jiwa ini karena cuaca ekstrem di mana di lokasi turun hujan deras disertai angin kencang ditambah bangunan rumah yang sudah keropos.
Bencana tanah longsor di Kampung Bojonggaling, RT-03/01, Desa Sukatani, Kecamatan Parakansalak mengakibatkan jalan warga dengan panjang enam meter, lebar 50 cm dan tinggi tiga meter tergerus longsor.
Bencana ini pun mengancam satu rumah warga yang dihuni satu kepala keluarga atau lima jiwa
Bencana serupa juga terjadi di Kampung Gununjati, Desa Cikahuripan, Kecamatan kadudampit.
Akibat longsor tersebut, jalan gang sepanjang tiga meter dan lebar dua meter terputus sehingga tidak bisa dilalui kendaraan.
Kemudian, angin kencang menyebabkan pohon berukuran besar tumbang dan menimpa rumah warga pada bagian dapur sehingga mengalami rusak sedang, tetapi tidak ada korban jiwa pada peristiwa yang terjadi di Kampung Babakanpala, Desa Cikahuripan, Kecamatan Kadudampit.
Terakhir bencana angin puting beliung melanda tiga kampung di Desa Cinaga, Kecamatan Kabandungan yang mengakibatkan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Adapun tiga kampung yang terdampak bencana angin puting beliung yakni Kampung Jabon, Cimanggu dan Kampung Cingrit. Akibat bencana itu sebanyak 19 rumah rusak ringan dan 10 rusak sedang.
Jumlah jiwa yang terdampak berjumlah 29 kepala keluarga atau 140 jiwa. Tidak ada korban jiwa pada musibah ini, hanya ada beberapa warga yang memilih mengungsi ke rumah kerabatnya yang jumlahnya masih dalam tahap pendataan.
Sementara untuk bantuan darurat sudah mulai diserahkan kepada para penyintas bencana. Namun untuk bantuan berupa bahan bangunan pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi terkait. [ANTARA]
Berita Terkait
-
Puan: Bantuan Kepada Korban Bencana Longsor di Yahukimo Papua Harus Cepat Diberikan
-
BMKG Umumkan Potensi Hujan Sangat Lebat di Daerah Ini, Waspada Longsor
-
IHSG Ditutup Longsor Sore Ini ke 6.899
-
Sedang Melakukan Pengerjaan, 2 Pekerja Bangunan Tertimbun Longsor di Duren Sawit
-
6 Fakta Longsor di Padang, Mayat-Mayat Keluar Dari Kuburan
Terpopuler
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Polisi Ungkap Fakta Baru Kematian Lula Lahfah, Reza Arap Diduga Ada di TKP
- 5 Rekomendasi Mobil Kecil untuk Wanita, Harga Mulai Rp80 Jutaan
- Detik-detik Menteri Trenggono Pingsan di Podium Upacara Duka, Langsung Dilarikan ke Ambulans
Pilihan
-
Pertamina Mau Batasi Pembelian LPG 3 Kg, Satu Keluarga 10 Tabung/Bulan
-
Keponakan Prabowo Jadi Deputi BI, INDEF: Pasar Keuangan Pasang Mode Waspada Tinggi
-
Purbaya Hadapi Tantangan Kegagalan Mencari Utang Baru
-
5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
-
Danantara Mau Caplok Tambang Emas Martabe Milik Astra?
Terkini
-
Cuma Modal 5 Juta Bisa Bawa Pulang Toyota? Ini 2 Pilihan Mobil Impian dan Simulasi Cicilannya
-
Update Mencekam Longsor Cisarua: 48 Jenazah Dievakuasi, 33 Warga Masih Hilang
-
Warga Sakit Harus 'Numpang' ke Tangerang, Ketua DPRD Desak Pemkab Bogor Bangun RS Baru
-
Kurator GBTI: Sejarah Tionghoa Bukan Cerita Pinggiran, tapi Bagian dari Indonesia
-
4 Wisata Alam Bogor dan Cianjur Ini Visualnya Kebangetan, Wajib Masuk Wishlist Gen Z