"Jabar adalah lumbung suara penting yang mesti direbut jika ingin menang pilpres," kata Adi.
Hal itu tidak mengherankan, karena provinsi Jawa Barat dengan jumlah pemilih terbanyak, jadi lumbung bgai kontestan Pemilu. Adi melanjutkan, menang di Jabar bisa menutup kekalahan di wilayah lain yang jumlah pemilihnya tidak signifikan.
Sementara itu, pakar komunikasi politik Universitas Airlangga Surabaya Dr. Suko Widodo, menyebut secara gamblang jika Ridwan Kamil sangat populer di media sosial. Sehingga hal itu adalah senjata yang nyata adanya ampuh dan bisa berpengaruh besar terhadap netizen.
"Ridwan Kamil menjadi mesin Partai Golkar yang jumlahnya relatif besar dari kalangan netizen," ujarnya.
Ia menilai kapasitas komunikasi politik dari Ridwan Kamil jarang dimiliki kandidat lain. "Sosok Ridwan Kamil memiliki komunikasi yang bagus," katanya. (*)
Tag
Berita Terkait
-
Alasan 57 Ulama Jawa Tengah Taruh Dukungan ke Prabowo di Pilpres 2024
-
Survei Lanskap: Elektabilitas Prabowo-Gibran Unggul di Jabar dan Jatim, Apa Saja Faktornya?
-
Puluhan Ulama Jawa Tengah Nyatakan Dukungan, Prabowo: Paling Penting Doa dan Restunya
-
Berkat Akar Rumput, Elektabilitas Prabowo-Gibran Masih Kalahkan Paslon Lain
-
Lima Finalis Miss Universe Indonesia Korban Pelecehan Seksual Dukung Prabowo-Gibran, Siap Jadi Relawan
Terpopuler
- Operasi Politik Presisi Prabowo: Preteli Siji-siji
- 9 Sunscreen untuk Mencerahkan Wajah dan Menghilangkan Flek Hitam
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Pilihan
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
-
Pemain Timnas Indonesia Dapat Ancaman Pembunuhan
Terkini
-
Dedi Mulyadi Hentikan Proyek Data Center Rp3,5 T: IMB dan Amdal Belum Beres, Kok Bisa?
-
Ini Daftar Lengkap Kapolda, Wakapolda hingga Dirreskrimum Baru
-
Operasi SAR Diperpanjang Fleksibel, 55 Korban Masih Dicari
-
Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23
-
Dedi Mulyadi Bantah Proyek Data Center Rp3,5 Triliun di Jatiluhur Terkendala Birokrasi