SuaraJabar.id - Entah kata apa yang tepat untuk menggambarkan perbuatan bengis N (49), seorang ayah dua orang anak, warga Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).
Ia tega memperkosa dua orang anak kandungnya, tak hanya itu korban pun mengalami penyiksaan dari pelaku.
Menurut Kapolres Sukabumi AKBP Maruly Pardede, korban mengalami tindak pencabulan dari sang ayah sejak mereka masih duduk di bangku sekolah dasar (SD), hingga keduanya berusia 17 dan 19 tahun.
Berikut sejumlah fakta miris aksi bejat N terhadap dua anak kandungnya seperti dikutip dari laporan Sukabumiupdate--jaringan Suara.com
N berstatus mubaligh
Berstatus tokoh agama alias mubaligh ternyata tak membuat N bisa seorang panutan. Ya, N yang memperkosa dua anak kandungnya di Sukabumi dikenal warga sekitar sebagai seorang mubaligh dan kepala sekolah madrasah.
Sekedar informasi, mubaligh merupakan sebutan bagi orang-orang yang menyampaikan ilmu agama kepada orang lain. N saat ini sudah menjadi tersangka dan telah ditahan Polres Sukabumi.
N dikenakan pasal berlapis untuk mempertanggungjawabkan aksi kejinya itu. Ia pasal 81 ayat 1, 2, 3, 4, 5 dan atau pasal 82 ayat 1,2,3,4 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan Perppu RI No. 01 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang Jo pasal 760, 76e UU RI 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI no. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo UU RI No. 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak.
Ancaman hukumannya kata AKBP Maruly Pardede, paling singkat 5 tahun, paling lama 15 tahun.
Baca Juga: 8 Fakta Kasus Perkosaan dan Revenge Porn di Banten, Kakak Ungkap Kejanggalan Peradilan
Pelaku siksa korban
N tidak hanya memperkosa korban, ia juga melakukan penyiksaan kepada dua anak kandungnya. Hal itu dilakukan N jika korban menolak untuk berhubungan badan.
Jika nafsu bejatnya tidak dipenuhi korban, N akan siksa korban dengan raket, kabel besi hingga benda-benda tumpul lainnya. Modus penyiksaan dan ancaman ini yang dilancarkan N untuk memperkosa korban.
"Alasannya dari tersangka melakukan itu (cabul) karena sudah tidak nafsu terhadap istri dan juga sering nonton video porno," kata Maruly.
Anak korban hamil
Salah satu anak N hamil dan melahirkan akibat perbuatan bengis ayah kandungnya itu. Bahkan anak yang hamil tersebut sampai harus kabur dari rumah karena mengalami trauma berat.
Berita Terkait
-
8 Fakta Kasus Perkosaan dan Revenge Porn di Banten, Kakak Ungkap Kejanggalan Peradilan
-
Polres Jakbar Tangkap Tiga Pemuda Pelaku Penculikan dan Perkosaan ABG 17 Tahun
-
LPSK Kena Sentil DPR, Gegara Kalah Gercep sama Hotman Paris saat Tangani Korban Perkosaan di Lahat
-
Anak 12 Tahun Jadi Korban Perkosaan Sampai Hamil 8 Bulan Tak Bisa Melahirkan Secara Nomal, Ini Penyebabnya
-
Pilu, Jauh dari Orangtua Bocah 12 Tahun Tak Tahu Hamil 8 Bulan, Diduga Korban Perkosaan
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
Pilihan
-
Perilaku Audiens Berubah, Media Diminta Beradaptasi dengan AI dan Medsos
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
Terkini
-
Tanggap Bencana di Kabupaten Bandung Barat, Bank Mandiri Distribusikan Bantuan bagi Warga Terdampak
-
Tim SAR Evakuasi 10 Jenazah Lagi di Longsor Bandung Barat, Total Korban Capai 70 Orang
-
BRI Perkuat Ekonomi Rakyat lewat Penyaluran KUR Rp178,08 Triliun
-
Kepungan Air di Awal Tahun: Jakarta, Bekasi dan Cirebon Lumpuh Diterjang Banjir
-
Hindari Perbaikan Sia-sia, Pemkab Bogor Tunggu Cuaca Membaik untuk Pengaspalan Permanen