SuaraJabar.id - Kejadian tragis terjadi di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat akibat konsumsi jamur hutan. Akibat konsumsi jamur hutan, 10 orang menjadi korban, 1 orang meninggal dunia.
Peristiwa ini berawal dari seorang penjual kelapa, Har, yang tanpa sengaja meletakkan jamur hutan di samping barang dagangannya.
Har sendiri tidak menyadari bahwa jamur tersebut mengandung racun mematikan. Warga yang melihat jamur tersebut menjadi tertarik dan memintanya untuk dibawa pulang.
Sayangnya, baik Har maupun warga lainnya tidak mengetahui bahwa jamur hutan itu beracun.
“Keracunan massal itu diduga akibat dari jamur yang diambil oleh warga di salah satu kebun,” kata Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP I Putu Ika Prabawa di Kuningan, seperti dikutip dari Antara, Rabu (22/11).
Mereka mengolah jamur tersebut dengan berbagai cara, termasuk dipepes, ditumis, dan dioseng. Bahkan, ada yang memakan jamur tersebut dalam kondisi mentah. Kejadian ini terjadi pada Senin, 20 November 2023.
Malam harinya, 10 warga yang mengonsumsi jamur hutan mulai merasakan gejala keracunan, seperti sakit perut, muntah-muntah, dan keluhan kesehatan lainnya.
Pada Selasa, 21 November 2023, Camat Darma, Rangga Apriatna, mengkonfirmasi bahwa 10 warga Kuningan telah mengalami keracunan, dan tragisnya, 1 orang, bernama Juma (78), meninggal dunia.
Kasus ini segera ditangani oleh pihak berwajib, dengan polisi, Kasat Reskrim Polres Kuningan, tim Inafis, dan Kapolsek Darma langsung terjun ke lokasi. Mereka melakukan pemeriksaan dan pendalaman materi untuk mengungkap penyebab keracunan ini.
Menurut Camat Darma, efek racun dari jamur tidak dirasakan seketika. Gejala keracunan baru muncul setelah 3 hingga 4 jam pasca mengonsumsi jamur tersebut. Gejala yang dialami antara lain mual, pusing, diare, panas, dan mengeluarkan banyak air liur.
Salah satu korban, Juma, tidak sempat dibawa ke rumah sakit dan meninggal dunia di rumahnya.
Keluarganya mengungkapkan bahwa Juma memiliki riwayat lambung. Camat Darma bersama pihak kepolisian sudah mengunjungi rumah korban, dan istri Juma mengakui bahwa jamur tersebut diperoleh dari Har, penjual kelapa, saat bertemu di jalan.
Berikut daftar 10 warga Kuningan yang mengalami keracunan jamur hutan, termasuk yang meninggal dan masih dirawat di rumah sakit.
1. Nendi, 30 Tahun
2. Sopyan , 50 Tahun
3. Atini, 46 Tahun
4. Ani, 19 Tahun
5. Surja, 76 Tahun
6. Heryana, 21 Tahun
7. Kusna , 65 tahun
8. Enti, 60 Tahun
9. Juma (78) - meninggal dunia
10. Reki (15) - masih dirawat di rumah sakit
Contoh jamur beracun dibawa polisi
Tim Inafis Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Kuningan, Jawa Barat, tengah melakukan penyelidikan terkait keracunan makanan yang menimpa 10 warga di Desa Tugumulya, Kabupaten Kuningan. Dugaan sementara menunjukkan bahwa jamur yang diambil oleh seorang warga dari kebun mungkin menjadi penyebab insiden tersebut.
Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP I Putu Ika Prabawa, mengungkapkan bahwa kejadian keracunan massal terjadi pada Senin (20/11) di Desa Tugumulya. Sembilan warga harus dirawat di rumah sakit, sementara satu korban dilaporkan meninggal dunia.
Tim Satuan Reskrim Polres Kuningan telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi pengambilan jamur untuk mengumpulkan fakta-fakta yang diperlukan dalam penanganan kasus ini. Warga yang mengambil jamur, H, tidak menyadari apakah jamur tersebut aman untuk dikonsumsi.
“Jamur itu diperoleh warga berinisial H. Dia mengambil dari kebun dan tidak tahu apakah jamur ini layak dikonsumsi atau tidak,” ujarnya.
Hasil penyelidikan awal mengindikasikan bahwa setelah membawa jamur pulang, H memberikannya kepada seorang teman untuk dimasak dan dikonsumsi. Dua jam setelah mengonsumsi jamur tersebut, beberapa warga mengalami gejala seperti mual, pusing, dan muntah-muntah.
Korban keracunan mencapai 10 orang, dengan sembilan di antaranya dirawat dan satu korban meninggal dunia, yaitu Juma (78), yang sebelumnya telah memiliki riwayat penyakit. Delapan korban telah kembali ke rumah masing-masing, sementara satu korban masih menjalani perawatan intensif.
Putu menegaskan bahwa penyelidikan terus berlanjut, dengan tim Satuan Reskrim Polres Kuningan terus mengumpulkan informasi untuk mengungkap penyebab pasti dan bertindak sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Semoga kejadian ini menjadi peringatan bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama yang berasal dari alam liar.
Berita Terkait
-
Misteri Hilangnya Siswi SMP di Sukabumi yang Dijemput Pengendara Motor Sport, Ayah Korban Ungkap Fakta Ini
-
Gerak-gerik Perwira Polisi dan Bintara yang Masuk ke TKP Pembunuhan Subang Bakal Kena Tindak Pidana?
-
Tok! UMP Jabar 2024 Cuma Naik 3,57 Persen, Bey Triadi Persilahkan Buruh Unjuk Rasa Tapi Jangan Mogok
-
Cerita Ibu Korban Keracunan Massal di Bandung Barat, Sang Anak Alami Muntah hingga Diare
-
Jajanan Cimin Diduga Jadi Penyebab Keracunan Massal Siswa SD di Bandung Barat hingga Ada Korban Tewas
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Tega Lakukan Kekerasan Seksual, Anak Tiri di Cirebon Laporkan Ayah Sambung ke Polisi
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
Tanpa Bojan Hodak dan Dua Pilar Asing, Bos Umuh Tuntut Persib Tetap Bermental Juara
-
Terungkap! Pembunuhan Pelajar di Bantaran Citarum: Pisau Dapur Sudah Disiapkan Pelaku