SuaraJabar.id - Siswi SMP kelas IX inisial MC (15) asal Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dikabarkan sudah hilang dari rumah selama 17 hari. MC diketahui terakhir dijemput oleh seorang pria yang mengendarai motor sport pada 4 November 2023.
Menurut ayah korban, Rudi (47), pria yang menjemput anaknya itu datang di saat hujan pada Sabtu sore sekitar pukul 15:00 WIB. Menurut Rudi, anaknya saat dijemput memakai kaos putih dan celana jeans warna biru tua.
Rudi juga mengatakan bahwa tetangga sempat menegur pria yang datang menjemput anaknya tersebut. Menurut Rudi, tetangganya sempat bertanya mereka mau pergi kemana.
"MC terlihat oleh warga dibawa oleh orang tak dikenal dengan mengunakan motor sport Ninja warna hijau, dan sempat di tegur oleh salah satu warga," kata Rudi kepada Sukabumiupdate.com--jaringan Suara.com, Rabu (22/11).
"Hey mau dibawa kemana anak orang, nanti susah orang tua nya nyari," ungkap Rudi, menirukan suara Dedeh, tetangganya yang kebetulan melihat korban saat sudah di atas kendaraan.
Namun kata Rudi teguran dari tetangganya itu tidak ditanggapi oleh keduanya. Pria dan anaknya itu pun kata Rudi pergi meninggalkan rumah menerobos hujan.
Sementara itu, istri Rudi yang juga ibunda MC, Lilis mengaku bahwa ia sempat curiga dengan gerak-gerik putrinya tersebut. Menurut Lilis (35), putrinya itu terlihat gelisah dan berusaha tidak mau menatap sang ibu saat berbicara.
"Hujan geluduk (petir) katanya mau matikan TV, namun kata adiknya TV sudah dimatikan. Ia terus-terusan seperti mencari alasan untuk pergi dari rumah, sampai kemudian mungkin ibunya sedang apa, dia pergi," kata Rudi.
Lilis kata Rudi sempat coba menyusul sang anak saat dijemput pria pengendara motor spor, namun tidak terkejar. Fakta lain juga terungkap bahwa MC seminggu sebelum kejadian sekitar tanggal 28 Oktober 2023 sempat akan dijemput oleh rekannya dengan inisial NN.
Baca Juga: Tok! UMP Jabar 2024 Cuma Naik 3,57 Persen, Bey Triadi Persilahkan Buruh Unjuk Rasa Tapi Jangan Mogok
Saat itu, MC dilarang untuk keluar meski sudah dijemput oleh rekannya tersebut. Waktu itu NN berjanji akan segera kembali mengantar korban MC ke rumah setelah mengambil uang dan ia berencana akan menginap di rumah MC.
"Saya tunggu-tunggu anak saya sampai larut malam juga belum diantar pulang oleh NN. Ternyata setelah mendapatkan informasi anak saya di bawa oleh NN bersama teman lelakinya ke Pelabuhanratu, dan MC baru pulang pada hari Seninnya dengan kondisi lemah, seharian ia tidur di rumah. Saya tidak tahu dimana sebelumnya ia tidur dan dikasih apa, sehingga kondisi MC seperti orang mabuk,"
Terkait hilangnya MC, pihak keluarga sudah melakukan semua upaya, baik pelaporan kepada pihak kepolisian dan juga mencari informasi tentang keberadaan korban kepada beberapa temannya.
Berita Terkait
-
Tok! UMP Jabar 2024 Cuma Naik 3,57 Persen, Bey Triadi Persilahkan Buruh Unjuk Rasa Tapi Jangan Mogok
-
Buron 2 Bulan Tilap Dana Desa Rp784 Juta, Kades Banjasari Garut Ditangkap di Semarang
-
Geger Penemuan Mayat Tanpa Busana di Area Persawahan Desa Cikangkung Sukabumi, Petugas Temukan Fakta Ini
-
Kasus Dugaan Pelayanan Buruk Klinik di Tasikmalaya Sebabkan Bayi Baru Lahir Meninggal Dunia, Dinkes Janji Usut Tuntas
-
Penagih Utang Tewas Dibunuh Ibu Muda, Jasad Korban Dibuang ke Sungai Cipelang Dibungkus Seprai Hello Kitty
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
3 Terobosan Pajak Kendaraan Ala Dedi Mulyadi di Jawa Barat yang Bikin Warga Senyum Lebar
-
Gak Perlu KTP Pemilik Pertama, Kini Dedi Mulyadi Usul Bayar Balik Nama Disubsidi
-
Heboh Bayi Hampir Tertukar di RSHS, Ini Peringatan dari Sekda Jabar
-
Tipu Korban Rp2 Miliar Pakai Cek Kosong, Berkas Rio Delgado Hassan Resmi Dilimpahkan ke Kejati Jabar
-
Pabrik di Tangerang Klarifikasi Isu Pencemaran: Ada Dugaan Pemerasan?