- Polres Sukabumi menetapkan TR (47), ibu tiri, sebagai tersangka kasus kematian NS (13) pada 25 Februari 2026.
- Penyidikan mengungkap kekerasan fisik dan psikis yang dialami korban diduga telah berlangsung beberapa tahun lalu.
- Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil uji patologi anatomi dan toksikologi dari laboratorium forensik.
SuaraJabar.id - Kasus kematian NS (13), bocah asal Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang sempat menyita perhatian publik dengan berbagai spekulasi, kini memasuki babak baru yang krusial.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi secara resmi menetapkan TR (47), ibu tiri dari NS, sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan yang berujung pada kematian korban.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, membenarkan penetapan tersangka tersebut pada Rabu, 25 Februari 2026. Ia menegaskan bahwa TR diduga melakukan kekerasan baik fisik maupun psikis terhadap korban.
“Ya, terkait dengan perkara meninggalnya anak akibat kekerasan yang terjadi di Polres Sukabumi, Satreskrim sudah menetapkan tersangka, yaitu saudari TR yang merupakan ibu tiri. Terhadap saudari TR sudah kita tetapkan jadi tersangka atas dugaan kekerasan, baik fisik maupun psikis,” katanya kepada wartawan, dilansir dari SukabumiUpdate -jaringan Suara.com.
Berdasarkan hasil penyidikan, kata Samian, kekerasan yang di alami NS diduga telah berlangsung sejak beberapa tahun lalu. Pada 4 November 2024, sempat adanya laporan yang diproses kepolisian, namun berakhir dengan perdamaian.
"Terkait dengan penganiayaan yang diderita oleh korban anak, NS, ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Seperti di tanggal 4 November 2024 itu pernah ada juga laporan, namun laporan itu sudah kita proses dan ada perdamaian. Dan sebelumnya, hasil dari keterangan korban NS pada saat di LP yang 2024, 2023 juga mengalami kekerasan yang sama," kata dia.
Samian menyampaikan bahwa bentuk kekerasan yang dialami korban di antaranya dijewer, ditampar, hingga dicakar selama tinggal bersama tersangka. Menurutnya, pihaknya juga masih mendalami dugaan kekerasan terbaru, termasuk informasi korban diduga dipaksa meminum air panas.
"Untuk kejadian terbaru masih kita dalami. Penyidik bekerja secara profesional dengan mengumpulkan alat bukti melalui scientific crime investigation yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah," tegasnya.
Adapun terkait motif, Samian mengatakan bahwa TR berdalih melakukan tindakan tersebut untuk mendisiplinkan anak. Namun, pihaknya belum menyimpulkan motif pasti dan masih menguatkan unsur-unsur pidana yang disangkakan. "Untuk motifnya sendiri masih kita dalami, karena ini sebagai orang tua ya, berdalih mendidik anaknya," kata dia
Baca Juga: Disekap dan Diintimidasi di THM Maumere, 12 Korban TPPO Asal Jabar Akhirnya Pulang
Selain itu, Samian mengungkapkan bahwa pihaknya dari kepolisian hingga kini masih menunggu hasil uji patologi anatomi dan toksikologi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
"Dari hasil otopsi kita masih menunggu ya, hasil otopsi kita masih menunggu karena memang untuk pengecekan laboratorium itu butuh waktu. Sehingga memang kita sama-sama menunggu," ucapnya.
"Hasil dari komunikasi ya kurang lebih satu minggu sampai dua minggu, tentu kita masih mem-follow up untuk hasilnya ke laboratorium forensik," tambahnya.
Berita Terkait
-
Disekap dan Diintimidasi di THM Maumere, 12 Korban TPPO Asal Jabar Akhirnya Pulang
-
Komisi III DPR Kawal Ketat Kasus Kematian NS, Desak Jerat Ibu Tiri dengan Hukuman Maksimal
-
Skandal Kematian NS di Sukabumi Makin Rumit! Kuasa Hukum Ibu Tiri TR Curigai Pihak Lain Terlibat
-
Misteri Kematian NS di Sukabumi, Pengacara Mira Widyawati Bongkar Kejanggalan dan Riwayat Kelam
-
Naik ke Penyidikan! Kasus Kematian NS di Jampangkulon Temukan Titik Terang, Ibu Tiri Jadi Sorotan
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
Terkini
-
QLola by BRI Berikan Layanan Menarik, Dukung Pengelolaan Payroll Perusahaan Lebih Tertata
-
Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
-
Proyek Tol Menuju Palabuhanratu Ditunda: Ini 7 Fakta di Balik Batalnya Tol Jagoratu 2026
-
Sapi Kurban Asal Depok Mengamuk di Sukabumi, Kabur ke Hutan hingga Dikepung Warga
-
Proyek Tol Menuju Palabuhanratu Sukabumi Batal Mulai Tahun Ini