- Pada Senin (23/2/2026), Polres Sukabumi resmi menaikkan kasus kematian bocah NS di Jampangkulon ke tahap penyidikan.
- Hasil visum luar menemukan sejumlah luka akibat trauma panas dan benda tumpul pada badan serta wajah korban.
- Polisi telah memeriksa enam belas saksi dan ibu tiri korban sambil menunggu bukti tambahan untuk menetapkan tersangka.
SuaraJabar.id - Kasus kematian NS (13), bocah asal Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang sempat viral di media sosial, kini menemukan titik terang yang signifikan.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian secara langsung menyampaikan bahwa kasus kematian NS telah resmi naik ke tahap penyidikan.
Pihak kepolisian menegaskan telah mengantongi sejumlah alat bukti terkait dugaan tindak pidana kekerasan terhadap anak.
"Kita maraton selama 24 jam melakukan penyelidikan, dan perkara sudah kita naikkan pada tingkat penyidikan. Karena kita sudah menemukan beberapa alat bukti yang bisa kita yakini bahwa ada peristiwa pidana, yakni dugaan kekerasan baik fisik maupun psikis terhadap korban anak, saudara NS," ujar Samian, dilansir dari SukabumiUpdate -jaringan Suara.com. Senin (23/2/2026) malam.
Dalam penanganan kasus kekerasan anak ini, Polres Sukabumi mengedepankan metode Scientific Crime Investigation (SCI).
Di tengah derasnya opini publik dan dinamika media sosial, penyidik tetap fokus bekerja secara profesional dan independen.
"Kita monitor dinamika media sosial, tapi kita tidak under pressure. Kita fokus dan profesional. Penanganan perkara ini kita lakukan secara Scientific Crime Investigation," tegas Kapolres Sukabumi.
Tak hanya itu, Polres Sukabumi juga berkolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk pendalaman psikologi forensik dan pelibatan Mabes Polri untuk pemeriksaan toksikologi forensik.
Langkah tersebut dilakukan guna memperkuat pembuktian secara ilmiah dan memastikan keadilan bagi korban.
Terkait ibu tiri korban berinisial TR (47), yang ramai diperbincangkan di media sosial, Kapolres Sukabumi memastikan yang bersangkutan telah menjalani pemeriksaan.
Baca Juga: Misteri Kematian NS di Jampangkulon Sukabumi, DP3A Turun Tangan Kawal Proses Hukum
"Untuk saudari TR, sudah kita lakukan BAP. Karena perkara sudah naik sidik, saat ini kita dalami keterangannya. Kita tidak gegabah, semua alibi akan kita cek. Mohon dukungan agar proses penegakan hukum ini berjalan independen dan profesional," katanya.
Sementara itu, Samian menyebut hasil visum luar telah diterima penyidik. Dari hasil tersebut, ditemukan sejumlah luka pada tubuh korban.
"Untuk visum luar sudah kita dapatkan, bagaimana korban mengalami luka, luka pada badan, kemudian area muka, yang disebabkan oleh trauma panas dan juga trauma benda tumpul. Sedangkan hasil dari autopsi sendiri kita masih menunggu dari ahli forensik yang tentunya nanti akan mendukung pembuktian kita," bebernya.
Hingga kini, Samian menyebutkan bahwa sebanyak 16 saksi telah diperiksa. Polisi menyatakan masih mendalami keterangan para saksi dan menunggu tambahan alat bukti sebelum menetapkan tersangka.
Berita Terkait
-
Misteri Kematian NS di Jampangkulon Sukabumi, DP3A Turun Tangan Kawal Proses Hukum
-
Isak Tangis Ibu Kandung NS di Sukabumi: Minta Keadilan atas Kematian Tragis Anaknya
-
5 Poin Penting Ibu Tiri NS di Sukabumi Bantah Keras Tuduhan Kekerasan
-
Ibu Tiri di Sukabumi Bantah Tuduhan: NS Meninggal Karena Sakit, Bukan Kekerasan
-
Tangis Pilu Ayah NS di Sukabumi: Autopsi Jenazah Ungkap Luka Misterius
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Persib Cetak Sejarah, Satu-satunya Klub Indonesia yang Menang di Korea Selatan
-
Boni Hargens Apresiasi Desk Ketenagakerjaan Polri untuk Lindungi Buruh
-
Jenazah Warga Garut Korban KM Virgo Transport 8 Dipulangkan, Keluarga Menanti di Kampung Halaman
-
Sekretaris Dishub Sukabumi Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual Siswi PKL
-
Rayakan Musim Baru PERSIB, bank bjb Kasih Diskon Rp50 Ribu untuk Bobotoh