- Kuasa hukum ibu tiri (TR) mengklarifikasi pernikahan TR dengan ayah korban tidak tercatat negara, namun sah agama.
- Fakta baru terungkap mengenai ayah korban pernah 12 kali cerai akibat riwayat KDRT sebelumnya.
- Hasil visum hanya menunjukkan luka benda tumpul, kuasa hukum membantah adanya rekaman CCTV di rumah tersebut.
SuaraJabar.id - Kasus kematian NS (13), siswa SMPIT Darul Ma'arif asal Kampung Cileungsir, Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi, terus bergulir dan menjadi perhatian publik.
Di tengah dugaan penganiayaan yang menyeret ibu tiri korban berinisial TR (47), kini pihak kuasa hukum TR angkat bicara, memberikan klarifikasi yang membuka fakta baru dan membuat kasus kematian NS makin rumit.
Kuasa hukum TR, Moh. Buchori, dari Kantor Hukum Moh Buchori & Rekan, menyampaikan bahwa sejumlah fakta dinilai belum terungkap secara utuh ke publik.
“Kami selaku Kuasa Hukum TR menyampaikan klarifikasi kepada publik terkait status pernikahan TR dengan ayah NS yang menjadi perhatian masyarakat,” ujar Buchori dilansir dari SukabumiUpdate -jaringan Suara.com.
Salah satu fakta mengejutkan yang diungkap Buchori adalah mengenai latar belakang ayah kandung NS.
Menurutnya, pernikahan antara TR dan ayah NS sah secara agama, namun tidak tercatat secara administrasi negara.
Sebelum menikah, TR telah mengetahui bahwa ayah NS sebelumnya pernah menikah sebanyak 12 kali dan seluruhnya berakhir dengan perceraian.
“Berdasarkan informasi yang diketahui klien kami, perceraian-perceraian tersebut terjadi karena adanya riwayat kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh ayah NS terhadap pasangan-pasangan terdahulu. Fakta ini penting agar publik memahami latar belakang hubungan rumah tangga" yang terjadi,” jelas Buchori.
Buchori juga menegaskan bahwa dugaan kekerasan yang diarahkan kepada TR, menurut hematnya, memiliki kemungkinan kecil.
Baca Juga: Misteri Kematian NS di Sukabumi, Pengacara Mira Widyawati Bongkar Kejanggalan dan Riwayat Kelam
Ia menyoroti bahwa saksi-saksi yang dimunculkan berdasarkan informasi dari kepolisian belum melibatkan atau memeriksa orang tua TR maupun saudara kandung pelapor, padahal mereka tinggal serumah dan mengetahui aktivitas sehari-hari.
Menanggapi isu yang berkembang mengenai adanya rekaman CCTV di rumah tersebut, pihak kuasa hukum "membantah tegas.
“Rumah orang tua TR tidak pernah memiliki atau dipasang kamera CCTV sebagaimana asumsi yang beredar,” katanya.
Terkait hasil visum et repertum, Buchori menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan medis hanya menerangkan adanya luka dan memar akibat benda tumpul tanpa menyebutkan identitas pelaku.
“Hasil visum tidak dapat dijadikan dasar untuk menuduh bahwa pelaku penganiayaan adalah TR. Tidak ada indikasi dalam visum yang menyatakan klien kami sebagai pelaku. Visum hanya menjelaskan kondisi luka korban,” tegasnya.
Buchori menilai penyidikan harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh. “Berdasarkan analisa kami, terdapat kemungkinan pihak lain yang melakukan perbuatan tersebut. Karena itu, penyidikan harus dilakukan secara profesional, objektif, dan tidak terfokus pada satu pihak saja,” ujar Buchori.
Saat ini, status TR masih dalam tahap penyidikan oleh pihak kepolisian. Pihak kuasa hukum meminta agar pemberitaan dilakukan secara berimbang dan tidak menghakimi pihak manapun sebelum adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Berita Terkait
-
Misteri Kematian NS di Sukabumi, Pengacara Mira Widyawati Bongkar Kejanggalan dan Riwayat Kelam
-
Naik ke Penyidikan! Kasus Kematian NS di Jampangkulon Temukan Titik Terang, Ibu Tiri Jadi Sorotan
-
Misteri Kematian NS di Jampangkulon Sukabumi, DP3A Turun Tangan Kawal Proses Hukum
-
Isak Tangis Ibu Kandung NS di Sukabumi: Minta Keadilan atas Kematian Tragis Anaknya
-
5 Poin Penting Ibu Tiri NS di Sukabumi Bantah Keras Tuduhan Kekerasan
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan
-
Kebakaran Lahan di Ciumbuleuit Bandung Diduga Dipicu Sampah Ilegal, Farhan Dorong Penyelidikan
-
Gedor Wilayah Cicendo, Tim Gabungan Kota Bandung Eksekusi 18 Bangunan Liar demi Penataan Ruang
-
Cara Menyiapkan Dana Pensiun di Usia Produktif: Percayakan Kepada BRI DPLK
-
Tragedi KM Virgo Transport 8, Politisi PDIP Tagih Janji Menhub Tegakkan Aturan