- Ibu kandung NS (13) dari Jampangkulon, Sukabumi, menunjuk Mira Widyawati untuk mencari keadilan kematian anaknya.
- Kuasa hukum membantah riwayat penyakit berat NS, mengungkap adanya dugaan KDRT antara orang tua korban sebelumnya.
- Jenazah NS ditemukan memiliki lebam dan luka bakar; sampel organ dikirim ke lab pusat Jakarta untuk analisis lanjutan.
SuaraJabar.id - Kasus kematian NS (13), bocah asal Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang sebelumnya sempat viral dengan berbagai spekulasi, kini memasuki babak baru yang lebih mendalam.
Ibu kandung almarhum NS, Lisnawati, saat ini tengah memperjuangkan keadilan atas kematian putranya yang dinilai janggal.
Untuk itu, Lisnawati menggandeng kuasa hukum terkenal, Mira Widyawati, seorang pengacara yang juga menangani kasus kematian diplomat muda Kemlu RI, Arya Daru Pangayunan.
Sejak resmi menjadi kuasa hukum pada Sabtu (21/2/2026), Mira Widyawati mengaku pihaknya langsung mendalami kronologi kehidupan NS sejak kecil hingga sebelum meninggal dunia.
Salah satu bantahan paling krusial dari Mira Widyawati adalah terkait riwayat penyakit berat NS, seperti leukemia maupun autoimun, sebagaimana sempat beredar luas di media sosial.
“Saya tanyakan langsung, dan menurut Bu Lisna, sejak kecil NS sehat dan tidak pernah memiliki riwayat penyakit berat seperti yang disebutkan,” tegas Mira dilansir dari Sukabumi Update -jaringan Suara.com, Senin (23/2/2026).
Hal ini bertolak belakang dengan klarifikasi sebelumnya dari ibu tiri NS.
Mira juga mengungkap fakta mengejutkan mengenai masa lalu Lisnawati dan mantan suaminya ayah kandung NS yang diduga pernah terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Menurut cerita Bu Lisna, KDRT sudah terjadi sejak ia mengandung NS. Bahkan pernah ada ucapan yang menyakitkan, yang jika diterjemahkan kurang lebih, Kamu mati saja sekalian dengan anak dalam kandunganmu,” ungkap Mira.
Baca Juga: Naik ke Penyidikan! Kasus Kematian NS di Jampangkulon Temukan Titik Terang, Ibu Tiri Jadi Sorotan
Yang lebih memilukan, Mira Widyawati menjelaskan, empat tahun terakhir, Lisnawati kehilangan kontak dengan anaknya (NS).
Ayah kandung NS disebut-sebut menyampaikan kepada anaknya (NS) bahwa ibunya telah meninggal dunia. Fakta ini menyoroti polemik keluarga yang kompleks di balik kasus kematian NS.
Lisnawati menerima kabar dari ayahnya NS yang menyampaikan bahwa anaknya sedang dirawat di ICU karena sakit paru-paru. Lisnawati pun langsung berangkat dari Cianjur menuju Sukabumi.
"Saat Bu Lisna tiba di rumah sakit Jampangkulon, NS sudah meninggal dunia. Bahkan jenazahnya sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Sukabumi untuk dilakukan "otopsi dan visum"," jelas Mira.
Saat di RS Bhayangkara, Lisnawati disebut mendapati kondisi jenazah anaknya dengan sejumlah luka lebam, luka bakar, serta tanda pendarahan.
“Kondisi itu tentu membuat beliau sangat terpukul dan tidak bisa menerima begitu saja penyebab kematian yang disampaikan,” tambah Mira.
Berdasarkan hasil sementara dari tim forensik RS Bhayangkara Sukabumi, ditemukan luka lebam dan luka bakar di beberapa bagian tubuh luar. Selain itu, terdapat pembengkakan pada organ dalam seperti jantung dan paru-paru.
Sampel organ tersebut kini telah dikirim ke laboratorium forensik pusat di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan, termasuk kemungkinan adanya zat tertentu dalam tubuh korban.
Berita Terkait
-
Naik ke Penyidikan! Kasus Kematian NS di Jampangkulon Temukan Titik Terang, Ibu Tiri Jadi Sorotan
-
Misteri Kematian NS di Jampangkulon Sukabumi, DP3A Turun Tangan Kawal Proses Hukum
-
Isak Tangis Ibu Kandung NS di Sukabumi: Minta Keadilan atas Kematian Tragis Anaknya
-
5 Poin Penting Ibu Tiri NS di Sukabumi Bantah Keras Tuduhan Kekerasan
-
Ibu Tiri di Sukabumi Bantah Tuduhan: NS Meninggal Karena Sakit, Bukan Kekerasan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
Pilihan
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
Terkini
-
Naik ke Penyidikan! Kasus Kematian NS di Jampangkulon Temukan Titik Terang, Ibu Tiri Jadi Sorotan
-
Puncaki Peringkat, XL Ultra 5G+ Resmi Dinobatkan sebagai Internet Tercepat di Indonesia versi Ookla
-
Misteri Kematian NS di Jampangkulon Sukabumi, DP3A Turun Tangan Kawal Proses Hukum
-
Surati Bupati Tasikmalaya, Koalisi Masyarakat Sipil Tuntut Perlindungan Jemaat Ahmadiyah
-
Isak Tangis Ibu Kandung NS di Sukabumi: Minta Keadilan atas Kematian Tragis Anaknya