SuaraJabar.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap sejumlah fakta terkait kecelakaan ledakan tabung CNG yang dibawa sebuah truk di Sukabumi, Jawa Barat pada Senin (27/11).
Menurut pihak KNKT pada kecelakaan yang terjadi di Kampung Lodaya I, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak termasuk kategori kecelakaan sangat berbahaya.
"Investigasi yang kami lakukan di lokasi meledaknya tabung CNG di Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak ini menemukan sejumlah fakta yang menjadikan kejadian itu masuk dalam kategori kecelakaan sangat berbahaya," kata Investigator KNKT Zulfikar seperti dinukil dari Antara, Kamis (30/11).
Dari temuan lapangan tim KNKT, dampak dari ledakan itu mencapai radius 50 meter atau lebih dari 200 bar. Investigasi yang dilakukan pihaknya juga melihat puing bangunan yang rusak akibat terdampak ledakan.
Selain itu, ledakan tabung CNG masuk dalam kategori kecelakaan sangat berbahaya juga dilihat dari jatuhnya korban dan dampak kerusakan yang dihasilkan di mana ada dia korban meninggal dunia dan empat lainnya luka-luka.
Kemudian untuk dampak kerusakan yang dihasilkan selain merusak bangunan yang ada di sekitar juga mengakibatkan sejumlah kendaraan rusak.
Pihaknya, melakukan investigasi ini sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 62 Tahun 2013 tentang KNKT, karena berkaitan dengan transportasi di mana kejadian meledaknya tabung CNG ini saat diangkut truk dan melakukan perjalanan ke tempat tujuan.
Baca Juga: Perang Senjata Tajam di Sukabumi Tewaskan Mamad, 10 Orang Ditangkap di Banten
"Maka dari itu kami turun langsung ke lokasi untuk melakukan investigasi secara menyeluruh dan pemeriksaan faktual untuk mengetahui penyebab terjadinya ledakan dan dampak dari kejadian itu," jelasnya.
Pengakuan Saksi Mata Kecelakaan di Sukabumi
Kepala Unit Penegakan Hukum (Kanit Gakkum) Satlantas Polres Sukabumi, Ipda M Yanuar Fajar kepada wartawan mengatakan, peristiwa ini bermula saat kendaraan Isuzu Arm Roll bernomor polisi B 9496 SYX yang dikemudikan Pardian membawa muatan gas melaju dari arah Cibadak menuju Sukabumi Kota, terjebak kemacetan.
Ketika tiba di lokasi kejadian, diduga terjadi kebocoran yang menyebabkan ledakan.
Menurut Yanuar, ledakan tersebut merusak kendaraan di sekitarnya, termasuk Suzuki Vitara dengan nomor polisi B 1983 DZ, kendaraan Daihatsu Ayla dengan nomor polisi F 1753, angkot dengan nomor polisi yang belum diketahui, dan Toyota Avanza dengan nomor polisi F 1283 QZ.
Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Kota Bandung Hari Ini Berpotensi Hujan Petir
Selain itu, kejadian tersebut juga melibatkan sepeda motor Honda Beat dengan nomor polisi F 6208 UBM dan sepeda motor Yamaha Xride dengan nomor polisi F 3286 UBJ. Akibat insiden ini, dilaporkan bahwa dua orang meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Lawan Ridwan Kamil, Lisa Mariana Akan Konferensi Pers Meski Kondisi Mental Tak Stabil
-
Warga Jabar yang Taat Pajak Jangan Iri karena Tak Dapat Pemutihan, Dedi Mulyadi Siapkan Surprise
-
Nyalakan Sirine Darurat, Sopir Ambulans Bukan Bawa Pasien Tapi Warga yang Ingin Wisata ke Sukabumi
-
H-2 Lebaran, Arus Mudik di Tol Cipali Ramai Lancar
-
Ragam Pesan-pesan Lucu dan Mengharukan Pemudik Motor di Kalimalang
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Ryan Flamingo Kasih Kode Keras Gabung Timnas Indonesia
Pilihan
-
Masjid Agung Sleman: Pusat Ibadah, Kajian, dan Kemakmuran Umat
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
Terkini
-
BRI Terapkan Prinsip ESG untuk Wujudkan Pertumbuhan Ekonomi yang Bertanggung Jawab
-
BRI Berikan Tips Keamanan Digital: Waspada Kejahatan Siber Saat Idulfitri 1446 H
-
Program BRI Menanam Grow & Green: Meningkatkan Ekosistem dan Kapasitas Masyarakat Lokal
-
Dedi Mulyadi Skakmat PTPN: Kenapa Tanah Negara Disewakan, Perkebunannya Mana?
-
Gubernur Dedi Mulyadi Libatkan Pakar, Evaluasi Besar-besaran Kegiatan Ekonomi di Pegunungan Jabar