SuaraJabar.id - Sepuluh orang ditangkap Satreskrim Polres Sukabumi karena diduga menjadi pelaku perang senjata tajam di Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi pada Selasa 14 November lalu. Akibat tawuran berdarah ini, satu orang, Mamad (18) meninggal dunia.
Dari 10 orang yang ditangkap menurut Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri, 7 orang diantaranya masih berusia di bawah umur dan tiga lainnya sudah dewasa.
"Kita amankan 10 orang pelaku, 3 orang dewasa dan 7 orang yang masih anak anak. Tertangkap di wilayah serang Banten," kata Ali seperti dikutip dari SukabumiUpdate.com--jaringan Suara.com, Kamis (30/11).
Dari penangkapan 10 orang itu, polisi juga menyita barang bukti berupa senjata tajam dan bom molotov yang diduga digunakan pelaku untuk tawuran berdarah.
"Senjata tajam yang kami amankan jenis klewang, celurit, samurai, pedang, bom molotov, stik golf dan sepeda motor," jelasnya.
Setelah para terduga pelaku diamankan, kata Ali, pihaknya masih menyelidiki siapa pelaku utama dari kesepuluh orang tersebut yang membacok korban hingga tewas.
"Pelaku itu yang mengakhiri nyawa korban dengan sajam jenis celurit," ungkapnya.
Tawuran Berdarah Tewaskan Mamad
Peristiwa ini dimulai ketika korban, seorang warga Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, sedang minum kopi bersama dua temannya yang juga warga Cidahu, yakni FS (17 tahun) dan AF (15 tahun).
Baca Juga: Waspada! BMKG Prediksi Kota Bandung Hari Ini Berpotensi Hujan Petir
Mereka bertiga sedang minum kopi di tempat cuci motor di wilayah Cidahu pada Senin, 13 November 2023, sekitar pukul 23.00 WIB.
Sekitar 15 menit kemudian, atau sekitar pukul 23.15 WIB, korban menerima telepon dari temannya yang berinisial LT.
Meskipun tidak diketahui dengan pasti isi percakapan korban dengan LT, namun setelah itu, korban mengajak dua temannya yang awalnya sedang minum kopi, yaitu FS dan AF, untuk pergi ke rumah LT di Desa Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng.
"Sesampainya di rumah LT, diketahui oleh saksi (FS dan AF) bahwa di rumah tersebut ada kurang lebih 12 orang," kata Kapolsek Bojonggenteng Iptu Sopian, sebelumnya.
Korban, bersama FS dan AF, kemudian diajak minum kopi oleh LT. Ternyata, LT mengundang mereka ke rumahnya untuk menunggu serangan yang akan terjadi.
Saat itu, FS dan AF belum mengetahui jenis serangan apa yang dimaksud. Sampai pada hari Selasa sekitar pukul 01.00 WIB, LT mengajak belasan temannya, termasuk korban, FS, dan AF, berjalan kaki menuju lapangan sepak bola Kampung Pakuwon.
Berita Terkait
-
Waspada! BMKG Prediksi Kota Bandung Hari Ini Berpotensi Hujan Petir
-
Kampanye di Kota Bandung, Anies Baswedan Umbar Janji Soal KPR Rumah untuk Pekerja Informal
-
Dedi Mulyadi Keliling Jawa Barat Kampanyekan Prabowo-Gibran, Gelar Wayang Golek di Subang
-
Kegelisahan Warga Selajambe di Tengah Proyek Pembangunan Tol Bocimi Seksi 3
-
Polisi Beberkan Dugaan Penyebab Ledakan Gas Truk di Sukabumi yang Sebabkan Dua Orang Tewas
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor