SuaraJabar.id - Pengamat Komunikasi Publik Universitas Pasundan (Unpas), Deden Ramdan, memberikan tanggapan mengenai hasil survei Litbang Kompas pada 2024.
Hasil survei Litbang Kompas yang dirilis pada Senin (11/12/2023), menunjukkan tren negatif pada pasangan capres cawapres nomor urut 3, Ganjar-Mahfud MD. Litbang Kompas tempatkan pasangan ini pada urutan terakhir yakni dengan presentase 15,3 persen.
Pada hasil survei kali ini, Prabowo-Gibran memperoleh elektabilitas sebesar 39,3 persen. Elektabilitas capres-cawapres nomor urut 2 tersebut lumayan jauh dari rivalnya.
Di posisi kedua terdapat Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang memperoleh 16,7 persen. Kemudian, Ganjar Pranowo-Mahfud MD justru berbeda di peringkat paling buncit karena hanya mendapatkan 15,3 persen suara.
Sebanyak 28,7 persen responden memilih opsi belum menentukan pilihan.
Menurut Deden Ramdan, elektabilitas capres-cawapres tak bisa dilepaskan dari partai pengusungnya, sehingga reputasi partai tersebut pasti bakal mempengaruhi penilaian masyarakat terhadap capres-cawapres.
"Pertama tentu pemilihan presiden itu bukan hanya berbicara tentang suara secara personal, tapi juga yang bersangkutan mewakili kepentingan partai, karena diusung oleh partai politik," kata Deden Ramdan kepada SuaraJabar.id, Selasa (12/12/2023).
"Oleh sebab itu tidak bisa dipisahkan antara kepentingan calon presiden dan wakil presiden dengan kepentingan partai politiknya, sehingga kemudian bahwa citra reputasi dan persepsi positif maupun negatif dari partai politik akan mempengaruhi calon presiden dan wakil presiden," jelasnya.
Deden Ramdan mengungkapkan, dari pengamatannya elektabilitas Ganjar-Mahfud MD mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hasil survei beberapa bulan lalu.
Baca Juga: Jelang Debat Pilpres 2024, Hasil Survei Tertinggi, Gibran: Kita Kerja Keras Sampai 14 Februari
"Yang kita tangkap, saya memonitor bahwa di beberapa bulan sebelumnya kita balik ke belakang, sekarang Desember sekitar Maret-April survei menunjukkan bahwa suara Ganjar itu diposisi kedua, yang saya lihat itu di 34 persen, tidak jauh berbeda 35-30 Ganjar, Anies ketinggalan jauh itu sekitar 15 persen," ujarnya.
"Itu (hasil) dari beberapa lembaga survei yang terstandardisasi, dalam perkembangannya kemudian suara dari Ganjar Mahfud ini terus berkurang. Sementara itu suara Prabowo naik," jelasnya.
Melihat fenomena naik turunnya elektabilitas capres-cawapres saat ini, Deden Ramdan kembali menegaskan jika sikap partai pengusung bisa mempengaruhi penilaian masyarakat.
"Yang menarik suara Anies kemudian meningkat. Tentunya ada pertanyaan kenapa begitu?, nah satu diantaranya ini sikap dari partai pengusung, PDIP yang terlihat kurang bagus komunikasi politiknya kurang bagus, seperti nyinyir (ke) Pak Jokowi, julid kalau kata anak muda sekarang," ujarnya.
Kontributor : Rahman
Tag
Berita Terkait
-
Jelang Debat Pilpres 2024, Hasil Survei Tertinggi, Gibran: Kita Kerja Keras Sampai 14 Februari
-
Berkaca Hasil Survei Litbang Kompas, Ganjar-Mahfud MD Wajib Pakai Cara Beda Tarik Minat Gen Z
-
Makan Siang dan Susu Gratis Cuma Program Mengada-ada? Gibran: 76 Negara Sudah Rasakan Manfaatnya
-
Mikail Baswedan Klaim Kalau Ia Terjun ke Politik Bakal Pakai Cara yang Benar, Sindir Gibran Rakabuming?
-
Litbang Kompas: Sosok Cawapres Ini Anjlok di Jawa Barat, Gibran Masih Teratas
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Jokowi: Politik Itu Soal Momentum, Sekarang Momentum untuk Tunjukkan KTA PSI
-
Peringati Bulan Bahasa, SMA Kemala Bhayangkara Gunungsindur Luncurkan Dua Buku Karya Siswa
-
Boni Hargens Soroti Sinergi Polri dan Ulama untuk Menjaga Persatuan Bangsa
-
Terminal Kalipucang Pangandaran Memprihatinkan, Atap dan Plafon Rusak
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga