SuaraJabar.id - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat (Jabar), Bey Machmudin, mengatakan jelang Lebaran 2024 atau Idul Fitri 1445 Hijriah belum terjadi kepadatan di wilayah Bandung Raya.
Menurut Bey, kepadatan pemudik antarkota, antarprovinsi, di Jabar diprediksi bakal melonjak pada H-2 Lebaran. Sehingga, sejauh ini belum terjadi lonjakan kemacetan di sekitar Bandung Raya.
"Kondisinya masih dalam taraf yang normal belum terjadi lonjakan kemacetan terjadi sekitar Bandung Raya utamanya," kata Bey di Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung.
Baca juga:
"Kalau perkiraan mudik kemungkinan yang H-2 itu lokal-lokal, Garut-Tasik, dan sekitarnya, mungkin banyak penumpang yang akan terjadi di H-2 Lebaran untuk yang menggunakan (kendaraan umum) bus," ucapnya.
Lebih lanjut Bey menuturkan, pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi diperkirakan akan meningkat pada Sabtu (6/4/2024) dan Minggu (7/4/2024).
"Tapi kalau untuk kendaraan (pribadi) sepertinya dua hari ini yang akan menjadi lonjakan, tapi kami sudah antisipasi," ujarnya menambahkan.
Pada kesempatan tersebut, Bey juga mengimbau kepada pemudik untuk memperhatikan kondisi kesehatan tubuh dan memastikan kendaraan pribadi laik dipergunakan untuk mudik. Jika mengantuk, lebih baik berhenti dan istirahat dulu.
"Pastikan kendaraannya yang pribadi laik jalan dan juga (pengemudi) segar. Kalaupun mengantuk, berhenti aja, enggak usah buru-buru yang penting selamat sampai tujuan," ungkapnya.
Baca Juga: Truk Muatan Sawit Terguling di Jalur Mudik Cipatat: Pemudik Ayah dan Dua Anak Tewas
Baca juga:
Bey sempat berbincang dengan pemudik di dalam bus yang merupakan program mudik gratis Pemda Provinsi Jabar. Mereka antusias dengan program mudik ini.
"Penumpang (di dalam) bus rata-rata 50 orang per bus. Tadi juga ada yang ke Merak. Tadi saya tanya ada yang ke Lampung juga, mereka sampai Merak dijemput di sana. Mereka (pemudik) senang kita fasilitasi, dan kami juga senang karena ini salah satu upaya kita mengurangi kendaraan pribadi (saat mudik)," katanya.
Bus yang digunakan dalam Mudik Gratis ini menurut Bey, dipastikan dalam kondisi prima setelah melewati berbagai proses pengecekan, termasuk supir maupun kru bus yang dalam kondisi sehat dan bugar.
"Ini juga menggunakan bus lebih aman sudah melalui cek, busnya sudah dicek, kesehatan dan juga kondisi lainnya seperti rem dan juga supirnya juga dipastikan bahwa mereka akan dalam keadaan segar pada saat mengendarai kendaraan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Truk Muatan Sawit Terguling di Jalur Mudik Cipatat: Pemudik Ayah dan Dua Anak Tewas
-
Keunikan Rest Area di Cirebon, Disediakan Tenda untuk Pemudik hingga Pangkas Rambut Gratis
-
Catat! Mudik Aman Tanpa Panik: Bensin Habis di Tasikmalaya? Hubungi Nomor Ini!
-
BRI Group Berangkatkan 12.173 Pemudik Gratis
-
Tol Bocimi Seksi 2 Ditargetkan Bisa Dilalui Saat Mudik Lebaran, Basuki: Upayakan Jalur B Dibuka
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan
-
KPK Periksa Bupati Bogor soal Dugaan Korupsi di Lingkungan Pemkab
-
BRI Perkuat Inklusi Keuangan UMKM Lewat Empat Penghargaan Pada 2026
-
Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta
-
Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama