SuaraJabar.id - Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal (PPA Satreskrim) Polres Sukabumi menahan seorang pria lanjut usia (lansia) warga Kampung Saronge, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, karena diduga telah melakukan perbuatan rudapaksa terhadap seorang anak perempuan berusia sembilan tahun.
"Penangkapan tersangka berinisial Sa (60) yang tinggal di Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan ini setelah paman korban melaporkan kasus rudapaksa yang dialami keponakannya ke Polsek Simpenan yang kemudian dialihkan ke Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi beberapa hari lalu," kata Kapolres Sukabumi AKBP Samian di Sukabumi, Jumat (14/2/2025).
Dia menjelaskan petugas yang menerima laporan langsung mengembangkan kasus ini dengan meminta keterangan dari beberapa saksi termasuk korban.
"Setelah informasi dan bukti lengkap, personel Unit PPA kemudian melakukan pengejaran terhadap tersangka rudapaksa tersebut," ujarnya dikutip ANTARA.
Menurut dia, tidak membutuhkan waktu lama, tersangka Sa yang berprofesi sebagai petani diciduk di rumahnya tanpa perlawanan. Awalnya tersangka tidak mengakui perbuatannya dan sempat memberikan keterangan yang berbelit-belit.
Namun, tersangka akhirnya mengakui perbuatannya tersebut kepada S yang rumahnya tidak jauh dari rumah Sa. Kepada penyidik, terduga pelaku mengaku sudah sembilan kali merudapaksa anak di bawah umur tersebut.
Pertama kali tersangka melakukan aksinya di rumahnya pada November 2024 dengan cara mengancam korban. Setelah aksi pertamanya, tersangka kemudian melakukan hal serupa hingga sembilan kali. Tersangka terakhir melakukan aksi bejat itu pada 5 Januari 2025.
Awalnya Sa berusaha menyembunyikan perbuatannya, namun ternyata ada warga yang mencurigai dan melaporkan ke paman korban. Setelah didesak, akhirnya korban pun mengaku telah beberapa kali dirudapaksa Sa.
"Korban tidak berani melapor karena diancam oleh tersangka, beruntung ada warga mencurigai ulah pelaku dan kami pun mengapresiasi paman korban yang telah berani melaporkan kejadian yang menimpa keponakannya itu," ujarnya.
Samian mengatakan tersangka dijerat dengan pasal 81 Ayat (1), (2) dan atau Pasal 82 ayat (1) UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu RI Nomor 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU RI Jo Pasal 76D dan atau Pasal 76E UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
Sesuai pasal tersebut tersangka terancam hukuman penjara selama 15 tahun dan denda Rp5 miliar. Sementara untuk korban saat ini sudah dilakukan pendampingan untuk meringankan trauma.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Berkas Perkara Taufik Hidayat Resmi Masuk Kejati Jabar
-
PERADI Profesional dan Universitas Islam Bandung Jalin Kemitraan Strategis Perkuat Pendidikan Hukum
-
Tawuran Berdarah di Klari Karawang: Pergelangan Tangan Pelajar Putus Ditebas Senjata Tajam
-
JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Prospek Bisnis Mikro Semakin Menjanjikan
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi