SuaraJabar.id - Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan wilayah VI Jawa Barat, memastikan seluruh sekolah di wilayah kerjanya wajib mematuhi larangan karya wisata atau study tour sesuai dengan instruksi Gubernur Jabar Dedi Mulyadi karena sanksi tegas akan diterapkan.
Kepala KCD Pendidikan wilayah IV Jabar Nonong Winarni saat dihubungi Rabu (27/2/2025), mengatakan sejumlah kepala sekolah SMA/SMK di Jabar sudah dipanggil Inspektorat Daerah (Itda) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Propinsi Jabar termasuk Kepala SMA I Cianjur.
"Belasan orang kepala sekolah dan komite sekolah di Jabar sudah dipanggil karena tetap menggelar karya wisata ke luar daerah, sehingga sanksi tegas akan diterapkan, namun kami tidak tahu seperti apa karena kewenangan Itda dan BKD Jabar," katanya dikutip ANTARA.
Pihaknya sejak jauh hari sebelum Gubernur Jabar dilantik sudah mengeluarkan dan menyampaikan aturan terkait larangan karya wisata ke sekolah SMA/SMK di wilayahnya agar dipatuhi dan dapat dilaksanakan.
Bahkan pihaknya memberikan peringatan bagi sekolah yang sudah merencanakan kegiatan karya wisata untuk membatalkan kegiatan tersebut seiring keluarnya larangan, sedangkan yang sudah terlanjur menggelar pihaknya masih menunggu kebijakan lebih lanjut.
“Harapan ke depannya tidak ada lagi sekolah SMA yang mengadakan karya wisata kecuali SMK yang menggelar kegiatan kunjungan industri guna menunjang pembelajaran dengan catatan tidak mematok biaya dan disesuaikan dengan kemampuan orang tua," katanya.
Sedangkan terkait keberangkatan ratusan siswa SMA I Cianjur, pihaknya mendapat informasi kalau Kepala SMA I Cianjur dan komite sekolah yang sudah terlanjur menggelar karya wisata tujuan akhir Bali sudah dipanggil Itda dan BKD Jabar dan kasusnya masih didalami.
"Kami tidak tahu sanksinya seperti apa, namun yang pasti tidak ada pemecatan kalau yang lainnya kami belum mendapat laporan pastinya," katanya.
Dia menegaskan seluruh sekolah di wilayah kerjanya Bandung Barat dan Cianjur wajib mematuhi larangan karya wisata yang selama ini dinilai memberatkan orang tua dan siswa yang tidak ikut mendapat penugasan yang dinilai cukup memberatkan.
Baca Juga: Mahasiswi Magang Alami Pelecehan Seksual di Pengadilan Negeri Sukabumi, Pelakunya Tenaga Honorer
“Karya wisata dapat dilakukan di dalam wilayah Jabar ketika diperlukan sekolah dapat mengadakan outing class atau e-learning di Jabar sebagai alternatif dengan tujuan memperkuat teori yang telah dipelajari di kelas dan dilakukan tanpa membebani orangtua," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
Terkini
-
JPMorgan Upgrade Saham BBRI ke Overweight, Nilai Prospek Bisnis Mikro Semakin Menjanjikan
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Bandung Darurat Begal! Polisi Bolehkan Warga Melawan Pelaku di Jalanan, Ini Syaratnya
-
Berkas Perkara Rampung, Polda Jabar Segera Serahkan Taufik Hidayat ke Kejaksaan
-
Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras