SuaraJabar.id - Pemerintah Bandung (Pemkab) Bandung, Jawa Barat, memastikan segera memperbaiki tanggul penahan atau kirmir di bibir Sungai Cikapundung Kolot, Kecamatan Dayeuhkolot, yang jebol akibat hujan deras di daerah itu.
Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan perbaikan tanggul ini akan segera dilakukan dengan melibatkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum.
“Untuk perbaikan tanggul maupun pembangunannya dikerjakan oleh BBWS Citarum. Untuk jembatan yang tentunya perlu kita diperbaiki, mungkin nanti kita akan menggunakan APBD Kabupaten Bandung,” kata Dadang di Kabupaten Bandung, Senin (3/3/2025).
Dadang menyoroti persoalan banjir ini tidak hanya disebabkan curah hujan tinggi, tetapi juga karena endapan sampah dari wilayah Kota Bandung.
Ia menekankan pentingnya kerja sama antar-daerah dalam menangani masalah banjir, sampah, kemacetan, dan tata ruang.
"Tentu saja Pak Gubernur bisa menjadikan koordinator antar-daerah yang harus dikomunikasikan. Kami sudah berbicara dengan Pak Wali Kota Bandung yang tentunya akan dibahas secara detail, tetapi tidak hanya sebatas wacana. Saya tidak mau hanya wacana,” ujarnya dikutip ANTARA.
Sementara itu Kepala BBWS Citarum Mochammad Dian Alma’ruf menjelaskan banjir di Kecamatan Bojongsoang dan Dayeuhkolot terjadi karena kapasitas Sungai Cikapundung Kolot tidak mampu menampung debit air yang tinggi.
“Debit air saat banjir mencapai 414 kubik, sementara kapasitas sungai hanya 267 kubik. Selain itu aliran air dari Sungai Cikapundung Kota mengalami backwater (aliran balik), sehingga tekanan air meningkat dan menyebabkan bangunan tanggul roboh,” kata dia.
Dian menyebutkan tanggul Sungai Cikapundung Kolot awalnya dirancang sepanjang dua kilometer, tetapi keterbatasan anggaran pada 2020 membuat pembangunannya belum selesai.
Baca Juga: Polisi Selidiki Kasus Pencabulan Mahasiswi di PN Sukabumi, Terduga Pelaku Diamankan
Saat ini pihaknya tengah menangani perbaikan darurat dengan pemasangan geobag sebagai penguatan tanggul sementara.
"Ini rencana kami akan mulai diusulkan lagi. Mudah-mudahan tahun depan tidak seperti tahun ini. Jadi kembali ke postur anggaran di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) lebih longgar. Kalau tahun ini terjadi efisiensi anggaran, sehingga berdampak pada pengefisienan kegiatan infrastruktur," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Warga Jabar Keluar dari Kemiskinan, Tapi Kok Kesenjangan Malah Melebar? Ini Faktanya
-
Persib Bandung Matangkan Persiapan di Bali, Igor Tolic Jadikan Dua Laga Uji Coba sebagai Tolok Ukur
-
Diduga Korsleting Listrik, Rumah Semi-Permanen di Ciamis Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp40 Juta
-
TPT Jembatan Cikalomeran Sukabumi Ambruk Saat Dikerjakan, Warga Kini Was-was
-
Kemiskinan Jabar Turun Jadi 6,54 Persen, tetapi Ketimpangan Justru Melebar